DPR Dukung Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong, Soroti Dugaan ‘Klaster Mewah’
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
KESEHATAN – Psikolog klinis, Ni Made Diah Ayu Anggreni, M.Psi dari Personal Growth menilai, pria yang berani mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah berkaitan dengan rasa ‘bangga’ pada diri mereka.
“Sebenarnya sih pada umumnya, kenapa laki-laki rela gitu, ya mengeluarkan banyak uang, secara umum sih mendapatkan kepuasan dan juga pengakuan. Jadi semakin tinggi harganya, semakin itu menunjukkan kelasnya. Semakin banggalah laki-lakinya, dengan teman-teman yang lain,” ujar Diah.
Sementara itu, Nuzulia Rahma Tristinarum, psikolog klinis dari Pro Help Center dan penulis buku menjelaskan, ada kemungkinan kelainan seksual seperti kecanduan pornografi. Dimana menurutnya, kecanduan tersebut sudah sampai di tahap yang cukup tinggi.
“Bisa jadi (kepuasan tertentu), atau ada kelainan seksual misalnya kecanduan pornografi juga bisa jadi salah satu penyebab beli jasa seks. Sudah sampai tahap kecanduan atau addicted,” jelas Rahma terpisah.
Adapula alasan lain yang bisa menjadi faktor seseorang berani mengeluarkan uang banyak untuk jasa seks. Seperti berkaitan dengan hypersexual.
“Ada juga hypersexual,” timpalnya.
Disebut-sebut sebagai bisnis yang tidak akan pernah mati, prostitusi memang selalu punya pasarnya sendiri. Mengapa ada orang yang rela mengeluarkan uang puluhan juta untuk mendapatkan kepuasan sesaat?
Rahma pun menyebut ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan pria mau menggunakan jasa prostitusi. Salah satunya adalah pria yang tidak memiliki arah hidup yang jelas.
“Banyak laki-laki yang mau keluar uang untuk kebutuhan syahwat bisa terjadi karena beberapa hal seperti tidak memiliki arah hidup yang jelas. Sehingga mudah tergoda kesenangan sesaat,” ungkapnya.
Selain itu Rahma juga menyebut adanya gangguan dalam kemampuan mengatur perilaku yang benar.
“Kemampuan regulasi diri yang kurang, yaitu kemampuan dalam me-manage perasaan, pikiran dan perilaku secara benar. Bisa jadi juga mencari pelarian dari ketidakpuasan dalam rumah tangganya atau hubungannya dengan istri,” pungkasnya. (dtc)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti adanya selisih sekitar Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran Program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan efektivitas sistem akreditasi rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan
Politik
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berak
Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan keprihatinan atas munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan pada penerima manfaat Pr
Politik
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi
Politik