DPR Dukung Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong, Soroti Dugaan ‘Klaster Mewah’
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
MEDAN - Komisi II DPRD Medan desak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan supaya melakukan pengakuratan data guru honorer.Sebab, pendataan guru honorer ternyata hingga saat ini belum mendapat penyelesaian.
Hal itu terungkap pada rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Medan dengan Disdik Medan dan Forum Honorer Indonesia (FHI), Selasa (4/2/2020). Rapat ini dipimpin Ketua Komisi II Aulia Rahman. Pada rapat itu, Aulia meminta jumlah guru honorer yang terdata di Medan. Ini diperlukan agar diketahui apakah benar dana insentif disuplay ke guru honorer. “Karena kita mendapat laporan ada (honorer) yang masih 2 kali dibayarkan,” sebutnya.
Sementara itu, anggota Komisi II lainnya Dhiyaul Hayati mendesak Disdik agar segera menyelesaikan persoalan data honorer tersebut. Misalnya dengan menyampaikan surat edaran ke sekolah agar mengirimkan nama-nama guru honorer.
Di RDP tersebut, perwakilan FHI Medan Fahrul Lubis berharap agar Disdik menyetop pengangkatan honorer sesuai PP No. 48/2005. Soal kekurangan guru, katanya, dapat diambil dari honorer dengann sistem zonasi. “Kami juga berharap ada peningkatan kesejahteraan lewat sertifikasi. Bantuan insentif agar ditingkatkan pula,” jelasnya.
Menyikapi masukan tersebut, Plt Kadisdik Medan Masrul menuturkan, sejak ditunjuk menjadi pelaksana tugas Kadisdik pada awal Desember 2019, dirinya langsung meminta para jajaran untuk segera merampungkan persoalan data guru honorer agar lebih akurat, namun hingga saat ini belum tuntas.
“Kami akan mengupdate data jumlah guru honorer. Kami juga tidak ingin ini bermasalah. Kami perjuangkan terus,” sebutnya.
Masrul menambahkan, untuk memperbaiki pendidikan harus ada kolaborasi dari sejumlah pihak. Termasuk dari DPRD Medan dan organisasi guru.
“Persoalan ini memang sulit diselesaikan. Kita juga berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan guru maupun guru honorer. Kolaborasi penting untuk memikirkan apa yang mesti dilakukan meningkatkan kesejahteraan guru,” tandasnya. (ls).
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti adanya selisih sekitar Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran Program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan efektivitas sistem akreditasi rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan
Politik
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berak
Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan keprihatinan atas munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan pada penerima manfaat Pr
Politik
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi
Politik