DPR Dukung Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong, Soroti Dugaan ‘Klaster Mewah’
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
JELAJAHNEWS.ID -Di tengah hiruk pikuk kehidupan masyarakat di Jalan Veteran/Persatuan Raya Pasar 5 Ujung, Desa Manunggal, Kecamatan Medan Labuhan, tersimpan kisah pilu seorang anak berkebutuhan khusus bernama Sandi Duha. Bocah ini hidup dalam kondisi memprihatinkan setelah orang tuanya berpisah dan tak lagi memberikan perhatian yang layak.
Menurut informasi yang dihimpun, Sandi kini tinggal tanpa pengasuhan yang memadai. Ayahnya, Anugerah Duha, disebut tidak memiliki pekerjaan tetap, sementara ibunya sudah lama tidak lagi mengasuh dirinya. Kondisi tersebut membuat Sandi harus bertahan hidup dalam keterbatasan.
Bapak Ali Telambanua, warga sekitar yang kerap memperhatikan kondisi Sandi, mengungkapkan rasa prihatin mendalam.
"Kasihan sekali anak ini. Sejak orang tuanya berpisah, kehidupannya makin tidak terurus. Ayahnya juga tidak bekerja, sementara ibunya tidak lagi mengasuh Sandi. Dia butuh perhatian khusus, tapi tidak ada yang benar-benar mengurusinya," ujar Ali Telambanua.
Sehari-hari, Sandi hanya mengandalkan belas kasih orang sekitar. Kondisi fisiknya yang lemah membuatnya tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
Ali menambahkan bahwa situasi ini bukan hanya soal kurangnya materi, melainkan juga soal kasih sayang yang seharusnya ia dapatkan sebagai seorang anak.
"Kalau dilihat, dia sering makan seadanya. Bahkan untuk makanan saja tidak selalu tercukupi. Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah atau pihak lain, supaya Sandi bisa hidup lebih baik," tutur Ali dengan nada haru.
Kondisi yang dialami Sandi kini menjadi perhatian warga sekitar. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, khususnya Dinas Sosial, segera turun tangan memberikan bantuan yang layak, baik dalam bentuk kebutuhan pokok maupun pendampingan khusus.
"Kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya berharap agar ada tindakan nyata dari dinas terkait. Anak ini tidak boleh dibiarkan terus begini. Dia berhak mendapat kehidupan yang lebih layak," tambah Ali.
Kisah Sandi Duha menggugah hati banyak orang. Ia adalah potret nyata bahwa masih ada anak-anak di sekitar kita yang harus berjuang sendirian di tengah keterbatasan.
Uluran tangan pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas sangat berarti untuk memastikan masa depan Sandi tidak terabaikan.
Kini, Sandi menunggu kehadiran pihak-pihak yang peduli. Setiap perhatian kecil akan menjadi cahaya harapan bagi kehidupannya yang penuh perjuangan.(jns)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti adanya selisih sekitar Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran Program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan efektivitas sistem akreditasi rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan
Politik
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berak
Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan keprihatinan atas munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan pada penerima manfaat Pr
Politik
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi
Politik