Kisah Siti dari Terima Beasiswa Hingga Bekerja di PT AR

JELAJAHNEWS.IDJalan berliku dan panjang, tapi akhirnya menjadi berkah demi mencapai kebahagiaan dan keinginan dalam menempuh masa depan yang lebih sejahtera kini telah diraih oleh Siti Wahyuni Panjaitan (23), perempuan dengan berpakaian ‘abu-abu’ bermotif oranye yang merupakan karyawan di perusahaan Tambang Emas Martabe PT Agincourt Resources (PT AR), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dalam perbincangan singkat dengan Jelajahnews.id yang berkunjung pada peninjauan Program Pemberdayaan
Masyarakat (PPM) sektor pendidikan di SMKN 2 Batang Toru, Rabu lalu (06/03/2024), boru Panjaitan itu mengatakan, dirinya masih terhitung 8 hari berkerja di PT AR tersebut.

” Saya baru 8 hari bergabung dengan PT AR, baru pertama bekerja di bagian kehumasan, jurusanku dulu manejemen Dakwah di UINSU dan baru tamat bulan 12 tahun 2022. Dimana waktu itu pernah menulis artikel di website,” tuturnya.

Keterangan foto: Siti Wahyuni saat menghadiri acara program perbedayaan masyarkat dalam sektor pendidikan di ruang simulator komponen kendaraan alat berat di SMKN 2 Batangtoru Kabupaten Tapsel, Rabu (06/03/24).

Sebelumnya, katanya, dia pernah menjadi penulis dan penyunting artikel salah satu situs website, yang nyaris tidak sekalipun pernah bekerja di suatu perusahaan bagian bidang Corporate Communications, apalagi berkomunikasi dengan para wartawan ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Namun demikian, Siti mengaku tidak menyangka bahwasanya namanya masuk dalam penerimaan beasiswa PPM dari perusahaan PT AR ketika duduk dibangku SMK hingga ke jenjang pendidikan universitas.

Sehingga perempuan asal Desa Sianggunan yang juga alumni SMAN 1, Kabupaten Angkola Barat, Kabupaten Tapsel itu bisa melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Negeri Sumut (UINSU) Medan.

” Tingkat SMA ada beasiswa unggulan dan reguler, termasuk tingkat SD, SMP. Cuma tidak berkelanjutan, kalau untuk
universitasnya ada Tabagsel, reguler dan unggulan,” tuturnya.

Bahkan, katanya, PT AR memberikan pula beasiswa ke perguruan tinggi di Universitas Politeknik Astra dengan kategori unggulan gratis biaya hidup, tiket pesawat, ongkos pulang balik.

Pada 2017 untuk Program beasiswa tingkat SMA dirinya mendaftar melalui program Martabe PT AR prestasi. Lalu mendapatkan beasiswa tersebut. Kepengurusan pendaftaran beasiswa mulai dari tingkat SMA. Dan selama proses pendaftaran program beasiswa Martabe Prestasi berjalan mulus, sebab dirinya selalu melengkapi administrasi yang diminta sesuai dengan kualifikasi perusahaan.

” Dulu ngambil berkasnya dari get terus diantar. Cuma setelah ada perkembangan beberapa tahun kedepan, sekarang sudah ada link khususnya. Kalau kendalanya di administrasi nggak ada ya, selagi kita melengkapi apa yang mereka (PT AR) butuhkan dan sesuai kualifikasi,” jelasnya.

Setelah selesai di pendidikan SMA, dia pun mendaftar lagi beasiswa dijenjang pendidikan tinggi Universitas UINSU
Medan. Dia mendapatkan beasiswa itu sampai selesai di semester 8 dengan Indeks Prestasi (IP) nilai 3,97 kelulusan terbaik wisuda UINSU di bulan 12 tahun 2022.

Kemudian, pada tanggal 3 bulan 1, 2023, dia mendapat pekerjaan sebagai Admin Sales Counter Officer Logistik di Medan.

“Tingkat SMA saya dapat beasiswa, terus ketika saya kuliah, saya daftarkan lagi sampe tammat jadi dari tahun 2017-2022 dapat beasiswa, 1 tahun saya bekerja sebagai admin SCO logistik di medan baru diterima di bulan 2 kemarin tanggal 25 2024,” ungkapnya.

” Dari situ, bukalah lowongan kerja di PT AR dibawah perusahaan Outsourcing oleh PT Sangatie Soerya Sejahtera, dan dia diterima berkerja di perusahaan tersebut,” tambahnya.

Ia menjelaskan, perbandingan perusahaan tambang emas Martabe PT AR dengan perusahaan industri di Medan tempatnya bekerja dulu sangat jauh perbedaannya.

Contoh, kalau PT AR lebih tersistem dan teratur mulai awal masuknya serta pekerjaan lebih menantang.

Sementara, perusahaan industri tempat pertama dia bekerja di Medan, resikonya tidak terlalu besar, Karena perusahaan tersebut bagian pelayanan saja.

Dia juga bercerita tentang masa pahit dirinya waktu itu untuk menuju perguruan tinggi, mengingat dirinya dari keluarga pra sejahtera. Persiapan menuju perguruan tinggi dengan program Bidikmisi pemerintah.

” Setelah mendaftarkan diri dengan beberapa upaya dan ikhtiar yang bertujuan ingin sekolah, kita tetap komitmen belajar dan Alhamdulillah selalu mendapat reking 3 besar, baik SD, SMP, SMA. Saat mendaftarkan SNMPTN program bidikmisi, ternyata nggak lulus, terus yang kedua masih ada jalurnya SBMPTN dan nggak lulus juga,” sebutnya.

Oleh karenanya, dirinya sempat merasa berpikir sepertinya tidak bakal bisa kuliah apalagi tidak ada biaya kuliah. Tapi, ketika program beasiswa dari PT AR buka, dia pun kembali mendaftar.

“Ternyata waktu itu Martabe Prestasi masih buka dan mencoba jalur MPTKIN, jalur universitas – universitas islam negeri langsung mendaftar dengan beasiswa. Ketika pengumuman kelulusan beasiswa dan waktu itu juga beasiswa MP, tinggal satu hari untuk tahap administrasinya. Akan tetapi suatu keajaiban rasanya ketika mendapatkan beasiswa yang ternyata Rp 6 juta per semester, bisa untuk bayar kuliah dan kos,” kenangnya.

Saat dia lulus tersebut, lanjutnya, ada program pengabdian Nasional ke Pulau Sabila DKI Jakarta. PT AR membantu
dengan memberi dana serta transportasi.

“Jadi dari situlah saya sampai ke Jakarta, awal pertama kali naik pesawat terbang ke Jakarta sendirian.

Alhamdulillah di Support banget sama PT AR,” ujarnya sembari mengatakan bahwa dengan pencapaian tersebut dirinya juga sudah membuat satu buku Solo dan ada 5 buku Antologi.

Tidak itu saja, saat penganugerahan Martabe, prestasinya juga pencipta puisi dan musikalisasi puisi.

” Kesimpulannya adalah ketika kita punya keinginan ternyata ada kendala di uang, misalnya berkeinginan untuk belajar tapi keluarga tidak mampu. Martabe Prestasi salah satu sponsor terbaik selama belajar kuliah yang pada akhirnya mengantarkan saya jadi wisudawan terbaiknya UINSU periode wisuda ke-79 dengan 4000 lebih mahasiswanya,” ucapnya.

“Disitulah saya merasa kalau misalnya ketika kita memang punya impian, pasti ada jalan dari Allah ke kita yang akhirnya saya dapat diterima bekerja di PT AR meski dari Outsourcing tapi masih di bawah PT AR,” pungkasnya(Irul/jns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *