"Akusisi terhadap nasabah-nasabah baru kita jaga dengan target secara leveling. Dari mulai Prospera kami tingkatkan jadi Prioritas. Kemudian nasabah Prioritas kami tingkatkan menjadi Private banking," terangnya.
BTN juga mempercepat strategi beyond mortgage dengan menghadirkan kartu kredit, kredit kendaraan bermotor (KKB), hingga buy now pay later (BNPL). Semua terintegrasi dalam aplikasi Bale by BTN yang dikembangkan sebagai platform transaksi dan investasi terpadu. "Semua kebutuhan konsumer maupun investasi akan kami penuhi di tahun ini," ujar Rully.
Penguatan bisnis wealth management tersebut, lanjut dia, juga berjalan beriringan dengan komitmen BTN dalam mendorong nasabah untuk bertumbuh, khususnya pelaku UMKM. Melalui penyaluran KUR dan kredit modal kerja, BTN membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.
Pasalnya, seiring perkembangan usaha dan peningkatan kapasitas finansial, pelaku UMKM berpotensi bertransformasi menjadi nasabah segmen Prospera, Prioritas, hingga Private Banking. Dengan pendekatan ini, BTN tidak hanya mengelola dana nasabah, tetapi juga berperan aktif memastikan nasabah bertumbuh hingga mampu mengelola kekayaan secara optimal.
" Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi BTN sebagai mitra finansial jangka panjang yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan," ujar Rully.
Di Pontianak, Rully menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional serta arah transformasi perseroan di tahun mendatang. Transformasi di BTN fokus pada penguatan fundamental, termasuk likuiditas yang sehat dengan struktur pendanaan yang solid. Dana pihak ketiga (DPK) naik dari Rp397 miliar pada 2024 menjadi Rp444 miliar di akhir 2025. Komposisi CASA meningkat dari Rp103 miliar menjadi Rp132 miliar.
Fund Under Management (FUM) tumbuh dari Rp587 miliar menjadi Rp693 miliar. Naik sekitar 18% YoY.