Karena itu, BTN berkomitmen menghadirkan solusi investasi yang komprehensif, pendampingan personal, serta layanan eksklusif dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme. "Bukan asal punya uang lalu ditaruh di deposito atau instrumen lain. Harus tahu sektor mana yang prospektif dan menguntungkan," jelas Oni.
Di Surabaya, Oni menegaskan komitmen memperluas peran BTN. Tak hanya menyasar high net worth individual, BTN juga menyiapkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit modal kerja, pelaku usaha didorong berkembang hingga berpotensi menjadi nasabah Prospera, Prioritas, bahkan Private Banking.
"BTN terus memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi bank dengan layanan yang semakin komprehensif, sehingga nasabah dapat memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem," jelas Oni dalam acara Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di Surabaya, Kamis (26/2).
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menyampaikan, penguatan layanan wealth management menjadi bagian penting dari transformasi BTN menuju beyond mortgage. Segmentasi layanan dibagi dalam beberapa tingkatan. Prospera dengan saldo mulai Rp300 juta. Prioritas minimal Rp500 juta. Serta Private Banking dengan dana di atas Rp15 miliar.
Tren akuisisi dan peningkatan level nasabah menunjukkan kinerja yang positif. Asset Under Management (AUM) BTN saat ini telah mencapai sekitar Rp20 triliun. Tumbuh lebih dari 20% secara tahunan. Fee based income (FBI) dari bisnis wealth management bahkan melonjak 60% YoY per Desember 2025.
Rully mengungkapkan, saat ini jumlah nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35 ribu nasabah secara nasional.Dengan target pertumbuhan sekitar 15% tahun ini.