Lapas Bagansiapiapi Layani Kunjungan Lebaran Idul Fitri 1447 H dengan Tertib dan Humanis
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi melaksanakan layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi keluarga Warga
Hukum
KESEHATAN – Selama pandemi Corona tren minuman pun ikut berubah. Dimana saat sekarang ini, orang-orang lebih menyukai minuman kaleng.
Akibatnya, stok aluminium pun kian menipis. Virus Corona mengubah industri makanan dan juga minuman. Perilaku belanja kebutuhan sehari-hari juga ikut berubah. Hal ini menyebabkan kelangkaan terhadap beberapa bahan seperti kaleng.
Setelah sempat heboh stok tisue toilet yang langka di bulan Maret lalu, kini hadir permasalahan terbaru. Beberapa perusahaan minuman mengaku mereka mulai kekurangan aluminum karena tingginya permintaan pasar.
Alasan dari menipisnya persediaan aluminum ini ternyata tak lepas dari perilaku konsumen yang lebih suka menikmati minuman kaleng. Minuman tersebut dianggap lebih praktis dan bisa disimpan di rumah selama masa pandemi ini.
Namun ada juga yang menjelaskan bahwa selama ini orang-orang menikmati minuman kesukaan mereka di kafe atau restoran. Namun semenjak tempat makan tutup karena virus Corona, orang-orang terpaksa membeli minuman kaleng untuk minum di rumah.
Jika situasi ini terus berlanjut bisa jadi muncul kelangkaan pada minuman kaleng terutama minuman bersoda. Menurut perwakilan dari Ball, perusahaan kaleng minuman di Amerika menjelaskan bahwa mereka kesulitan memenuhi permintaan pasar.
“Kami tengah memperluas pabrik pembuatan kaleng di Amerika, salah satunya dengan membangun dua pabrik untuk memproduksinya,” tutur perwakilan Bal.
Tentu saja hal ini cukup membuat para penggemar minuman bersoda terkejut. Kebanyakan minuman bersoda dikemas dengan kaleng, sehingga netizen mulai berbondong-bondong bertanya ke perusahaan minuman apakah kelangkaan stok akan terjadi.
Salah satunya ada perusahaan Coca-Cola, twitter mereka dibanjiri pertanyaan dari para penggemar. Menjawab semua pertanyaan itu, pihak Coca-Cola pun menjelaskan bahwa mereka tengah melakukan semampu yang mereka bisa untuk tetap memenuhi permintaan pasar.
“Sama seperti perusahaan lain, kita melihat adanya lonjakan tinggi untuk produk yang dikonsumsi di rumah. Kami sekarang tengah mengukur dan beradaptasi untuk terus memenuhi permintaan. Kami juga terus berkomunikasi dengan pembeli dan suplier di waktu yang tak terduga seperti ini,” tulis Coca-Cola lewat akun twitter resmi mereka.
Selain minuman kaleng yang diminati, pandemi juga membuat permintaan kopi di sejumlah negara seperti di Eropa dan Amerika terus melonjak. (dtc)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi melaksanakan layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi keluarga Warga
Hukum
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, menyatakan dukungannya terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus
Politik
Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan muda yang jasadnya ditemukan di dalam box kontainer plastik di kawasan Jalan Menteng VII,
Peristiwa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau langsung harga bahan pokok di Pasar Sukaramai, Kota Medan, Selasa (17/3/2026). Penin
Daerah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan seorang tersangka berinisial IAA alias GA yang merupakan Staf Khusus Menteri Agama periode 2020
Hukum
Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey, meminta pemerintah menyusun desain kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah secara jelas,
Politik
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution secara resmi melepas lebih dari 6.500 peserta program Mudik Gratis Idulfitri yang
Daerah
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode
Politik
Lilik Riadi Dalimunthe resmi dilantik sebagai Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera
Politik
Komisi III DPR RI mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan
Politik