Sabtu, 27 Juni 2026

Jaga Alam , Songsong Masa Depan: Jejak Konservasi INALUM dari Danau Toba hingga Pesisir Batu Bara

admin - Sabtu, 27 Juni 2026 10:41 WIB
Jaga Alam , Songsong Masa Depan: Jejak Konservasi INALUM dari Danau Toba hingga Pesisir Batu Bara
Pemandangan kawasan hutan dan sungai di sekitar wilayah operasional PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM).(Foto:dok)

Salah satu wujud komitmen itu hadir melalui pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kehati Paritohan seluas empat hektare. Kawasan ini tidak hanya ditanami berbagai tanaman endemik seperti kemenyan, suren, dan andaliman, tetapi juga dilengkapi fasilitas biopori, sumur resapan, kolam ikan, hingga penangkaran rusa.

Lebih dari sekadar ruang hijau, kawasan tersebut kini berfungsi sebagai pusat edukasi lingkungan yang mengajak masyarakat mengenal pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menjadi laboratorium alam bagi berbagai kegiatan konservasi.

Di wilayah pesisir Kabupaten Batu Bara, perhatian perusahaan juga tertuju pada ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai. Sepanjang 2025, sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam bersama masyarakat melalui Program Pohon Asuh dan kolaborasi dengan kelompok tani maupun organisasi nelayan.

Keberadaan mangrove bukan hanya berfungsi sebagai benteng alami yang mampu mengurangi dampak abrasi, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota laut serta mendukung kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan mata pencaharian dari laut.

Konservasi pesisir pun diperluas melalui perlindungan habitat burung migran yang setiap tahun singgah di kawasan Batu Bara. Berbagai kegiatan edukasi masyarakat, bird watching, hingga sosialisasi peraturan desa mengenai perlindungan burung air migran menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.

Seluruh rangkaian program itu menggambarkan bahwa pembangunan industri tidak selalu harus berhadapan dengan upaya pelestarian lingkungan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan berdampingan ketika dikelola dengan komitmen yang kuat dan perencanaan yang berkelanjutan.

Bagi INALUM, menjaga alam berarti menjaga masa depan. Sebab keberlanjutan sejati bukan hanya tentang menghasilkan aluminium untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga memastikan hutan tetap hijau, air tetap lestari, pesisir tetap terlindungi, dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru