RUU Peternakan Disorot, DPR Minta Posisi Integrator Diatur agar Peternak Rakyat Terlindungi
Perlindungan terhadap peternak rakyat menjadi sorotan dalam pembahasan revisi UndangUndang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di DPR RI
Politik
MEDAN - Guna mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19), Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi meninjau Stasiun Kereta Api Kota Medan Jalan Stasiun Kereta Gg. Buntu, Kecamatan Medan Tim, Sabtu (21/3).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan stasiun kereta api Medan telah menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona. Mengingat stasiun kereta api merupakan fasilitas umum yang dikunjungi banyak masyarakat baik yang keluar maupun yang masuk ke Kota Medan.
Upaya pencegahan penyebaran virus Corona diantaranya melakukan pengukuran suhu tubuh penumpang pada saat boarding, melarang penumpang yang memiliki suhu tubuh diatas 37,5 derajat Celcius untuk melakukan perjalanan dengan kereta api tersebut, menyediakan hand sanitizer di beberapa titik yang mudah dijangkau penumpang, dan membuat jarak aman pada tempat duduk penumpang di ruang tunggu.
Akhyar yang saat itu didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Muslim, Kabag Tapem Setda Kota Medan Rasyid Ridho Nasution,Kabag Humas Setda Kota Medan Arrahmaan Pane, Camat Medan Barat Rudi Faisal disambut Vice President PT KAI Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat. Sebelum memasuki Stasiun Kereta Api, salah seorang petugas PT. KAI juga memeriksa suhu tubuh Akhyar dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh. Selanjutnya Akhyar melakukan peninjauan ke dalam stasiun.
Disela-sela peninjauan Akhyar menyampaikan agar seluruh jajaran PT KAI senantiasa siaga, mengingat area stasiun merupakan pintu masuk ke Kota Medan. Akhyar menginginkan pada area-area yang merupakan pintu masuk tersebut pengamanan lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan melakukan pengukuran suhu tubuh baik calon penumpang maupun pendatang yang sampai di stasiun ini. “Pastikan semua calon penumpang diukur suhu tubuhnya. Jika ada kedapatan calon penumpang yang memiliki suhu tubuh diatas 37,5 C agar segera dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk langsung ditangani oleh tenaga medis,” jelas Akhyar.
Selanjutnya, Akhyar meninjau ruang tunggu stasiun kereta api. Di ruang tunggu tersebut, telah tersedia tanda “X” yang berada disetiap bangku, hal itu menandakan bahwa tempat duduk tersebut tidak boleh diduduki oleh calon penumpang yang ingin berangkat. Hal ini memberikan jarak kepada para penumpang yang duduk di ruang tunggu ini. “Saya mengapresiasi pihak stasiun karena telah membuat jarak pada tempat duduk satu dengan tempat duduk lainnya. Hal itu merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan agar meminimalisir penyebaran virus corona,” sebut Akhyar.
Akhyar juga memastikan bahwa stasiun telah tersedia tempat cuci tangan dengan air mengalir dilengkapi dengan sabun. Mencuci tangan, sambung Akhyar merupakan bagian penting dari pencegahan. Untuk itu, Akhyar terus mengingatkan agar senantiasa menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan setiap memegang benda terutama saat berada di area publik. \"Tangan menjadi pintu masuknya virus Corona ke dalam tubuh. Salah satu pencegahannya adalah memastikan tangan kita tetap bersih dan steril. Jaga terus jarak dan kurangi bersentuhan tangan dengan orang lain untuk sementara waktu,\" imbau Akhyar.
Selanjutnya, Akhyar juga mengucapkan terima kasih kepada pihak stasiun karena telah ikut berpartisipasi dalam membantu Pemko Medan untuk mengantisipasi wabah virus corona yang telah masuk ke Kota Medan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran PT KAI yang telah membantu Pemko Medan dengan melakukan langkah-langkah preventif dalam rangka pencegahan penyebaran wabah virus Corona di wilayah kerjanya. Saya berharap upaya kita bersama dapat memberikan hasil maksimal untuk melindungi warga Medan dari rantai penyebar virus Corona ini,” harap Akhyar.
Sementara itu, Vice President PT KAI Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat juga menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan sebanyak 3 hari sekali ke setiap sudut bangunan stasiun. Guna untuk mengantisipasi masuknya virus corona melalui transportasi umum, seperti kereta api. \"Penyemprotan disinfektan akan terus dilakukan pada Stasiun Besar Kota Medan ini guna membersihkan stasiun ini dari virus Corona. Upaya sekecil apapun untuk saat ini harus kita lakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona tersebut,\" ucap Daniel.(RRL)
Perlindungan terhadap peternak rakyat menjadi sorotan dalam pembahasan revisi UndangUndang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di DPR RI
Politik
Pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) tentang Satu Data Indonesia di DPR RI memunculkan kekhawatiran terkait potensi resistensi dari peme
Politik
Umat Paroki Aek Nabara hingga kini masih menunggu kepastian terkait pengembalian dana gereja senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga hilang
Hukum
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai wacana pelarangan rokok elektrik atau vape perlu dikaji secara serius sebagai langkah
Ragam
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady menyatakan bahwa keterangan saksi dan ahli yang dihadirkan oleh pihak terdakwa dalam perkara
Hukum
Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga, menyoroti kondisi peredaran narkotika yang kian mengkhawatirkan, khususnya di daerah
Hukum
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat perdana, di Teladan Cafe, Medan,
Ragam
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) menjatuhkan sanksi tegas kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)
Politik
Komisi III DPR RI meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan perkara yang melibat
Politik
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan pihaknya akan memanggil jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Jaksa Penuntut Umum (JPU)
Politik