Kamis, 03 September 2026

DPR Minta Evaluasi Total Program MBG Usai Dugaan Keracunan di Sidoarjo

admin - Kamis, 03 September 2026 19:17 WIB
DPR Minta Evaluasi Total Program MBG Usai Dugaan Keracunan di Sidoarjo
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri

JELAJAHNEWS.ID - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kembali terjadinya kasus dugaan keracunan makanan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur.Ia menegaskan penanganan korban harus menjadi prioritas utama sebelum langkah evaluasi dilakukan.

"Tentu yang penting bagaimana mereka yang terindikasi keracunan MBG tersebut cepat ditangani tim medis, untuk upaya penyelamatan dan kesembuhannya dulu," ujar Abidin, di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga:
Kasus dugaan keracunan ini melibatkan ratusan penerima manfaat program MBG. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah korban mencapai 566 orang, termasuk puluhan santri yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Abidin menilai, setelah penanganan korban, BGN perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi akar masalah agar kejadian serupa tidak terulang.

"Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kasus keracunan MBG tidak terus terjadi. Sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab juga harus ditegakkan," tegas legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Menurutnya, program MBG sebagai salah satu program unggulan pemerintah tidak hanya dinilai dari luasnya cakupan penerima manfaat, tetapi juga dari jaminan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan.

"Keberhasilan program ini harus diukur dari kualitas dan keamanan pangan, bukan sekadar jumlah penerima manfaat," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, menyusul insiden tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya investigasi dan pencegahan risiko lanjutan.

Kasus ini bermula ketika puluhan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Sebanyak 35 santri dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu siang, sehingga total korban terus bertambah.

Abidin menegaskan, peristiwa ini harus menjadi momentum bagi BGN untuk memperkuat pengawasan di seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi.

"Pengawasan harus diperketat di setiap tahapan agar keamanan pangan benar-benar terjamin," katanya.(**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
DPR
 
Komentar
 
Berita Terbaru