GEMES 2026 Tuai Kritik, SMI Minta Tender Diaudit dan Anggaran Dibedah DPRD
Sorotan publik terhadap pelaksanaan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) XVIII/2026 terus bergulir. Selain banjir komentar sinis dari warganet terk
Peristiwa
JELAJAHNEWS.ID -Perjalanan panjang 436 tahun Kota Medan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan sekaligus mewariskan legasi terbaik bagi generasi mendatang. Semangat itulah yang disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Medan ke-436 yang digelar di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Rapat Paripurna berlangsung khidmat dan dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, jajaran DPRD, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala lingkungan, serta berbagai tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen menegaskan komitmen DPRD untuk terus mendukung pembangunan Kota Medan yang semakin maju, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, DPRD akan terus mendorong pemanfaatan teknologi komunikasi yang lebih modern agar seluruh aspirasi dan pengaduan masyarakat dapat dikelola secara transparan, cepat, dan responsif.
Selain itu, penguatan sistem e-Reses dan optimalisasi platform digital warga akan terus dilakukan sehingga masyarakat semakin mudah menyampaikan aspirasi secara langsung. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan Pemerintah Kota Medan memiliki komitmen penuh untuk membawa Kota Medan menjadi kota yang semakin inklusif, maju, dan berkelanjutan melalui semangat Medan Bertuah.
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta seluruh tamu undangan, Rico mengingatkan bahwa setiap amanah jabatan yang diemban saat ini membawa harapan besar masyarakat. Karena itu, seluruh aparatur pemerintah diminta tidak cepat berpuas diri hanya dengan capaian angka statistik.
"Hari ini kami ingin mengajak, mari kita bersama-sama mengetuk hati untuk bekerja semakin baik lagi. Seluruh capaian yang ditampilkan hanyalah angka-angka. Dalam realitasnya, masyarakat masih membutuhkan kerja keras dan komitmen kita bersama," ujarnya.
Rico menyadari perjalanan membangun kota tidak selalu mudah. Akan ada berbagai tantangan dan pengorbanan yang harus dihadapi. Namun menurutnya, kebahagiaan masyarakat merupakan ukuran keberhasilan sesungguhnya bagi pemerintah.
Pada kesempatan tersebut, Rico Waas juga memberikan penghormatan kepada tiga mantan Wali Kota Medan yang hadir langsung dalam rapat paripurna, yakni Abdillah, Rahudman Harahap, dan Akhyar Nasution.
Menurut Rico, kemajuan Kota Medan hingga menjadi kota metropolitan seperti saat ini tidak terlepas dari kontribusi seluruh pemimpin terdahulu yang telah meletakkan berbagai fondasi pembangunan.
"Tanpa mereka dan juga wali kota-wali kota sebelumnya, Medan tidak akan sampai pada hari ini. Yang dibangun dari tahun ke tahun adalah sebuah legasi. Maka pada periode ini, mari kita tinggalkan legasi terbaik untuk masyarakat Kota Medan," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan amanah pemerintahan, mulai dari perangkat daerah, camat, lurah hingga kepala lingkungan.
"Bukan hanya nama saya yang perlu diingat. Kami ingin seluruh aparatur dan anggota DPRD dikenang masyarakat sebagai orang-orang yang pernah bekerja dengan sangat baik. Kita lahir dan besar di kota ini, maka mari lipatgandakan kinerja kita hanya untuk masyarakat," katanya.
Sebagai arah pembangunan jangka panjang, Rico memaparkan transformasi Kota Medan berbasis digital melalui cetak biru Medan Satu Data yang menjadi landasan perencanaan pembangunan secara terintegrasi.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui tujuh misi utama pembangunan, yakni Medan Berbudaya, Medan Energik, Medan Ramah, Medan Tertib, Medan Unggul, Medan Aman, dan Medan Humanis.
Ketujuh misi tersebut diterjemahkan ke dalam 17 program unggulan yang menyentuh berbagai sektor strategis.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kota Medan memperkuat pelaku UMKM melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan pasar UMKM, peningkatan keterampilan digital, hingga bantuan modal bagi UMKM rumahan guna memperluas kesempatan kerja.
Pada sektor ketertiban dan keamanan, pemerintah melakukan penataan lalu lintas dan kebersihan kota, membentuk Tim Keamanan Lingkungan, memasang 1.000 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), serta memperluas jaringan CCTV yang terhubung di berbagai titik rawan kriminalitas.
Di bidang pendidikan dan kesehatan, pemerataan fasilitas terus dilakukan, terutama di kawasan Medan Utara melalui pembangunan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.
Program Tebus Ijazah juga tetap dilanjutkan, yang pada 2025 telah membantu penyelesaian sebanyak 329 ijazah, disertai pemberian bantuan pendidikan dan beasiswa mulai tingkat SD hingga mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Sementara pada sektor perlindungan sosial, Pemerintah Kota Medan menghadirkan berbagai program seperti penyediaan sembako murah, Program Keluarga Harapan Medan Makmur melalui Bantuan Sosial Tunai Medan Humanis, bantuan kesejahteraan bagi lansia dan penyandang disabilitas, hingga santunan bagi korban tindak kriminal.
Di bidang infrastruktur, penanganan banjir menjadi salah satu prioritas utama melalui pembangunan dan rehabilitasi sistem drainase kota yang hingga kini telah mencakup 568 titik dengan total panjang mencapai 194.830 meter.
Mengakhiri pidatonya, Rico Waas mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi Kota Medan, mulai dari persoalan banjir, drainase, jalan rusak, penyalahgunaan narkoba, kemiskinan, hingga pendidikan. Namun ia optimistis seluruh persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bertahap melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
"Mudah-mudahan Kota Medan semakin maju dan semakin baik. Seluruh permasalahan yang ada harus kita selesaikan secepat-cepatnya. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, saya yakin Medan akan terus tumbuh menjadi kota yang membanggakan bagi seluruh warganya," pungkas Rico Waas.(adv)
Sorotan publik terhadap pelaksanaan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) XVIII/2026 terus bergulir. Selain banjir komentar sinis dari warganet terk
Peristiwa
Perjalanan panjang 436 tahun Kota Medan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi pembangunan sekaligus mew
Politik
Fernando Raja Sipahutar, Kuasa hukum anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor
Hukum
Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 yang digagas Dinas Pariwisata Kota Medan di Lapangan Merdeka, Sabtu (27/6/2026) malam
Peristiwa
Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami
Ragam
Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola dunia. Kapten Timnas Argentina itu kini telah mengo
Olahraga
PT Bank Sumut resmi membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sei Berombang, Kabupaten Labuhanbatu, sebagai upaya memperluas akses layanan
Ekonomi
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran
Politik
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia harus memberikan
Ekonomi
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Saan Mustopa, menegaskan bahwa DPR RI akan menindaklanjuti
Politik