Sabtu, 16 Mei 2026

Pemerintah Diminta Lebih Serius Perangi Kejahatan Transnasional

admin - Jumat, 15 Mei 2026 10:08 WIB
Pemerintah Diminta Lebih Serius Perangi Kejahatan Transnasional
Anggota Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia

JELAJAHNEWS.ID -Anggota Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia meminta pemerintah mengambil langkah tegas dan terkoordinasi untuk memberantas sindikat kejahatan transnasional yang dinilai semakin marak beroperasi di Indonesia.

"Kehadiran para sindikat judi, penipuan online, ditambah narkoba, secara perlahan akan menjadikan Indonesia sebagai sarang kejahatan internasional yang tidak hanya mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga merusak generasi bangsa," kata Meity, di Jakarta, dikutip Jumat (15/5/2026).

Politikus Fraksi PKS itu menilai para pelaku yang ditangkap diduga merupakan bagian dari jaringan sindikat yang sebelumnya beroperasi di kawasan perbatasan negara-negara Indochina, seperti Kamboja, Vietnam, Laos, Thailand, dan Myanmar. Menurutnya, kelompok tersebut diduga berpindah ke Indonesia karena tekanan operasi pemberantasan yang dilakukan pemerintah China terhadap sindikat perjudian dan penipuan daring di kawasan tersebut.

Baca Juga:
Selain itu, konflik yang terjadi di beberapa wilayah Asia Tenggara juga disebut turut mendorong perpindahan jaringan kejahatan lintas negara ke Indonesia. Karena itu, Meity menilai pengungkapan kasus di Jakarta dan penemuan jaringan serupa di Batam oleh Direktorat Jenderal Imigrasi harus menjadi perhatian serius pemerintah.

"Ini merupakan alarm bahaya bagi keamanan negara. Pencegahan harus dilakukan melalui operasi yang terkoordinasi oleh seluruh institusi dan lembaga terkait, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga secara sistematis hingga ke daerah," ujarnya.

Meity juga mempertanyakan bagaimana ratusan warga asing dapat berkumpul dan menjalankan aktivitas ilegal dalam jumlah besar di Indonesia tanpa terdeteksi lebih awal. Ia menduga adanya keterlibatan oknum internal yang memberikan akses atau perlindungan terhadap aktivitas tersebut.

"Aktivitas mereka sangat mengancam stabilitas negara. Bagaimana bisa orang asing berkumpul secara rutin untuk melakukan kejahatan di negara kita dalam jumlah besar? Dalam konteks keamanan nasional, ini sangat berbahaya. Artinya, ada dukungan dari oknum yang memiliki akses dari dalam. Pemerintah harus serius," tegasnya.

Lebih lanjut, Meity mengingatkan bahwa keberadaan sindikat transnasional berpotensi menimbulkan citra negatif terhadap Indonesia di mata internasional. Indonesia dapat dianggap sebagai negara yang lemah dalam pengawasan keamanan dan penegakan hukum apabila kasus serupa terus terjadi.

"Sebagai negara yang diperhitungkan di Asia Tenggara, Indonesia tidak boleh mendapat stigma sebagai negara yang rapuh dalam menjaga keamanan. Sindikat seperti ini harus diperangi hingga ke akar-akarnya, termasuk membongkar dalang dari dalam negeri," pungkas legislator asal Sulawesi Selatan itu.

Dikethui, Bareskrim Polri membongkar markas judi online yang beroperasi di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, dalam penggerebekan yang dilakukan pada Kamis (7/5/2026). Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 320 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas perjudian dan kejahatan siber lintas negara. Kasus ini menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Dari ratusan WNA yang diamankan, mayoritas berasal dari Vietnam sebanyak 228 orang. Selain itu, terdapat 57 warga negara China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga warga Malaysia dan Kamboja.

Kasus penggerebekan markas judi online tersebut kini masih dalam pengembangan oleh aparat kepolisian. Pemerintah dan aparat penegak hukum didorong untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas warga asing dan memperketat penindakan terhadap jaringan kejahatan lintas negara yang beroperasi di Indonesia.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru