Anak Oknum Polisi Diduga Buat Konten Rasis, Komisi III DPR: Tidak Ada yang Kebal Hukum
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menegaskan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang kebal hukum dalam kasus dugaan tindakan rasis,
Politik
JELAJAHNEWS.ID -Perlindungan terhadap peternak rakyat menjadi sorotan dalam pembahasan revisi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di DPR RI. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah dominasi perusahaan integrator yang dinilai melemahkan posisi peternak kecil.
Anggota Komisi IV DPR RI Slamet menyatakan bahwa regulasi baru harus mampu menciptakan keseimbangan dalam ekosistem industri peternakan. Ia menilai, tanpa pengaturan yang jelas, integrator berpotensi menguasai rantai usaha dari hulu hingga hilir.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama akademisi di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Baca Juga:Menurut Slamet, revisi undang-undang tidak cukup hanya menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti tenaga ahli peternakan dan dokter hewan. Ia menilai, akar persoalan justru terletak pada struktur industri yang tidak seimbang.
"Masalah utama bukan sekadar penguatan profesi, tetapi dominasi integrator yang memengaruhi tata kelola peternakan nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun penguatan profesi tetap penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan, kebijakan yang disusun harus tetap berfokus pada pembenahan sistem secara menyeluruh.
Slamet juga membuka ruang dialog dengan berbagai pihak untuk merumuskan pengaturan integrator yang tepat. Ia menilai, keterlibatan akademisi dan pelaku usaha sangat diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif dan aplikatif.
"Saya berharap ada masukan konkret terkait bagaimana posisi integrator harus diatur dalam undang-undang, termasuk formulasi pasalnya," katanya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem usaha yang adil dan inklusif. Regulasi diharapkan tidak hanya membatasi dominasi pelaku usaha besar, tetapi juga memberikan peluang bagi peternak kecil dan menengah untuk berkembang.
Pembahasan RUU ini menjadi momentum untuk menata ulang industri peternakan nasional agar lebih berkeadilan. Ke depan, regulasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor peternakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.(jn/**)
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menegaskan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang kebal hukum dalam kasus dugaan tindakan rasis,
Politik
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. H. Saiful Anwar Matondang, membenarkan dirinya dipanggil
Hukum
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Tiga penandatanganan nota kes
Ekonomi
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengunjungi Kantor PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja
Daerah
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kesiapan fasilitas terbaik untuk penyelenggaraan Piala AFF U19 2026
Daerah
Komisi XI DPR RI meminta pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada masyara
Politik
Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion mengecam keras dugaan kejahatan seksual yang dilakukan oknum pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati
Hukum
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai kehadiran Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru telah mengakomodasi berbagai
Politik
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyalurkan dana sebesar Rp443 miliar kepada 33 kabupaten/kota melalui skema bagi hasil p
Daerah
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
Daerah