Jaga Alam , Songsong Masa Depan: Jejak Konservasi INALUM dari Danau Toba hingga Pesisir Batu Bara
Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami
Ragam
JELAJAHNEWS.ID -Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyoroti serius laporan terkait sekitar 700.000 anak putus sekolah di Tanah Papua. Ia menilai temuan tersebut sebagai alarm keras atas persoalan kegagalan sistemik di sektor pendidikan yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh.
Kurniasih meminta pemerintah untuk tidak gegabah dalam menyikapi angka tersebut. Ia menegaskan pentingnya verifikasi faktual di lapangan terhadap laporan Menteri Dalam Negeri yang bersumber dari Bupati Manokwari, guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil masyarakat Papua.
"Mendengar angka 700.000 anak-anak kita di Papua tidak bersekolah, hati saya sangat teriris. Mereka adalah pemilik masa depan bangsa, namun hak konstitusionalnya terabaikan. Kita harus segera mengecek data yang valid dan melakukan langkah cepat penanganan," ujar Kurniasih dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga:Menurut legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, persoalan utama terletak pada ketidaksinkronan data pendidikan yang telah berlangsung lama. Ia merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan perkembangan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang menunjukkan masih adanya disparitas signifikan Angka Partisipasi Murni (APM) antara wilayah perkotaan dan wilayah pegunungan di Papua.
Kondisi geografis yang sulit, keterbatasan jaringan internet, serta minimnya operator sekolah, lanjut Kurniasih, menyebabkan ribuan anak tidak tercatat dalam sistem pendidikan nasional. Akibatnya, mereka kehilangan akses terhadap berbagai bantuan pendidikan, termasuk Program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
"Harus ada validasi fisik di lapangan dengan melibatkan tokoh adat dan gereja. Kita membutuhkan data yang jujur agar intervensi anggaran benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai anggaran besar habis untuk urusan administratif, sementara anaknya justru tidak bersekolah," tegasnya.
Selain persoalan data, Kurniasih juga menyoroti tantangan geografis Papua yang ekstrem sebagai faktor utama ketimpangan akses pendidikan. Ia mendorong penguatan model sekolah berpola asrama (boarding school) sebagai salah satu solusi konkret untuk menjawab keterbatasan akses transportasi dan jarak tempuh yang jauh bagi peserta didik.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya jaminan keamanan serta kesejahteraan guru yang bertugas di wilayah rawan. Menurutnya, upaya menurunkan angka putus sekolah akan sulit berhasil apabila tenaga pendidik masih menghadapi ancaman keselamatan dan keterbatasan fasilitas.
"Negara tidak boleh absen. Kita memiliki utang sejarah untuk memastikan anak-anak Papua mendapatkan kualitas pendidikan yang setara dengan anak-anak di Pulau Jawa. Pendidikan adalah kunci utama untuk menghadirkan perdamaian dan kesejahteraan yang berkelanjutan di Tanah Papua," pungkas Kurniasih.
Pagi itu, udara di kawasan Danau Toba masih terasa sejuk. Deretan pepohonan yang tumbuh di lereng perbukitan menjadi benteng alami
Ragam
Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola dunia. Kapten Timnas Argentina itu kini telah mengo
Olahraga
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran
Politik
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia harus memberikan
Ekonomi
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Saan Mustopa, menegaskan bahwa DPR RI akan menindaklanjuti
Politik
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa penyempurnaan regulasi ketenagakerjaan harus melibatkan seluruh p
Ekonomi
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan yang dihadapi dokter muda peserta Uji Kompetensi
Politik
Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (17/6/2026), berujung ricuh setelah massa terlibat bentrokan dengan
Peristiwa
Seorang warga lanjut usia bernama Jumarimba Boangmanalu mengaku belum menerima pelunasan pembayaran atas penjualan lahan dan rumah miliknya
Peristiwa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution resmi melarang aparatur sipil negara (ASN), tenaga nonASN, hingga pegawai Bada
Daerah