Terima Serambi Award 2026, Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah Tekankan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Teuku Rahmatsyah menegaskan komitmen jajaran Kejati Aceh untuk terus memperbaiki kinerja dan memulihka
Hukum
JELAJAHNEWS.ID -Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menilai persoalan utama pendidikan tinggi di Indonesia bukan sekadar adanya program studi serupa di Perguruan Tinggi Kedinasan (PTKL), Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Menurutnya, yang lebih mendasar adalah ketidakadilan dalam alokasi anggaran pendidikan.
"Kalau soal prodi sama, seperti pariwisata, itu tidak masalah. Masalahnya ada di anggaran. Pemerintah memberi biaya operasional jauh lebih tinggi untuk PTKL dibanding PTN, padahal sama-sama membuka prodi umum. Itu yang tidak adil," tegas Sofyan saat ditemui Parlementaria di Medan, Sumatera Utara, Kamis (11/9/2025).
Ia berpendapat, PTKL seharusnya difokuskan pada program studi kedinasan yang memang tidak dapat digantikan oleh pihak swasta, seperti militer dan pemerintahan. "Kalau sudah masuk ranah umum, regulasinya harus disetarakan," tambahnya.
Lebih jauh, Sofyan menyoroti amanat Undang-Undang yang mengalokasikan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Dari total Rp778 triliun, ia menilai dana tersebut belum sepenuhnya diarahkan pada layanan pendidikan.
"UU mengamanatkan 20 persen APBN untuk pendidikan, tapi faktanya banyak yang tidak digunakan langsung untuk layanan pendidikan. Kalau Rp778 triliun benar-benar dipakai, dari TK sampai sarjana bisa gratis semua," ujarnya.
Sofyan bahkan memaparkan hitungan sederhana terkait pembiayaan mahasiswa. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 9–10 juta orang, kebutuhan beasiswa setara KIP Kuliah sebesar Rp16 juta per tahun hanya memerlukan sekitar Rp160 triliun.
"Artinya, semua mahasiswa bisa kuliah gratis. Kita punya dana lebih dari cukup, tapi orientasinya dipakai untuk program lain seperti makan bergizi. Ini soal pilihan politik, mau prioritaskan gizi atau pendidikan tinggi," jelas legislator dari Dapil Sumatera Utara I itu.
Ia menegaskan, tanpa pembenahan kebijakan anggaran, ketimpangan dalam pendidikan tinggi akan terus berlanjut. "Kalau benar-benar fokus, sertifikasi dosen terbayar, Uang Kuliah Tunggal (UKT) ringan, kampus punya sarana. Jadi masalahnya bukan kurang dana, tapi kurang kemauan," pungkasnya.(jn/**)
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh Teuku Rahmatsyah menegaskan komitmen jajaran Kejati Aceh untuk terus memperbaiki kinerja dan memulihka
Hukum
Penyidik Balai Gakkum dan Korwas PPNS dari Ditreskrimsus Polda Sumut menetapkan B seorang sopir sebagai tersangka karena membawa
Hukum
DPR RI menargetkan pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) tentang Perampasan Aset dapat dituntaskan dan diputus dalam Rapat Paripurna pali
Politik
Danantara Housing Expo (DHE) 2026 memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan dengan mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan indu
Ekonomi
Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara angkat bicara terkait tuntutan 17 pensiunan yang hingga kini masih memperjuangkan pembayaran penuh
Ekonomi
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, meminta Universitas Pertahanan (Unhan) RI dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan
Politik
Struktur Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Sumatera Utara memasuki babak baru. Zainuddin Lubis, SH resmi menahkodai Perbati Sumut
Olahraga
Penetapan seorang sopir truk berinisial B sebagai tersangka dalam perkara pengangkutan kayu hasil hutan menjadi sorotan dalam rapat dengar p
Hukum
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara, Erris Julietta Napitupulu, mengapresiasi tim riset Universitas Medan Area (UMA)
Daerah
Balai Penegakan Hukuma (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera menetapkan B seorang sopir truk bermuatan kayu sebagai tersangka.
Politik