Senin, 02 Februari 2026

Puan Maharani: Pelarangan Roblox Harus Diiringi Reformasi Literasi Digital Anak

admin - Kamis, 07 Agustus 2025 14:15 WIB
Puan Maharani: Pelarangan Roblox Harus Diiringi Reformasi Literasi Digital Anak
Ketua DPR RI, Puan Maharani

JELAJAHNEWS.ID -Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, yang melarang permainan digital seperti Roblox patut dimaknai sebagai bentuk perlindungan terhadap keamanan psikososial anak di ruang digital. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan pelarangan saja tidak cukup, dan harus dibarengi dengan strategi literasi digital yang sistemik dan berkelanjutan.

"Masalahnya bukan hanya pada game tertentu seperti Roblox. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana membekali anak-anak dengan kemampuan berpikir kritis dan perlindungan sejak dini di tengah banjirnya konten digital," ujar Puan dalam keterangan persnya, Kamis (7/8/2025).

Puan menyebutkan, saat ini banyak konten digital yang tidak sesuai untuk anak-anak, namun tetap bisa diakses dengan mudah. Karena itu, menurutnya, diperlukan reformasi menyeluruh terhadap literasi digital anak.

Baca Juga:
"Anak-anak butuh pemahaman, bukan sekadar larangan. Literasi digital harus diarahkan agar mereka memiliki filter diri saat berselancar di dunia maya," imbuh Puan.

Sebagaimana diketahui, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan bahwa permainan Roblox mengandung unsur kekerasan yang berpotensi memengaruhi perilaku anak-anak di dunia nyata. Ia menilai peserta didik pada usia sekolah belum memiliki kapasitas intelektual untuk membedakan antara realitas dan simulasi digital, sehingga rentan meniru adegan yang ditampilkan dalam permainan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melarang anak-anak memainkan game Roblox, dan pihak Istana telah meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap platform digital serupa.

Menanggapi hal ini, Puan mendorong agar pendekatan terhadap perlindungan anak di ruang digital tidak bersifat parsial. Ia menekankan pentingnya keterlibatan tiga elemen utama dalam edukasi digital anak: anak itu sendiri, orang tua, dan tenaga pendidik.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru