DPR Dukung Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong, Soroti Dugaan ‘Klaster Mewah’
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
JELAJAHNEWS.ID -Anggota Komisi II DPR RI, Indrajaya, menyatakan sikap tegas terhadap dugaan keterlibatan oknum pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam jaringan perdagangan bayi lintas negara. Ia meminta agar pelaku diberhentikan secara tidak hormat dan dijatuhi hukuman berat.
"Perdagangan bayi adalah kejahatan serius, apalagi jika dilakukan oleh pegawai Dukcapil yang seharusnya menjaga integritas data kependudukan. Tidak ada alasan untuk mentolerir. Mereka harus dipecat dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku," tegas Indrajaya dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari Parlementaria, Senin (21/7/2025), di Jakarta.
Menurutnya, keterlibatan aparatur negara dalam praktik kejahatan kemanusiaan ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat undang-undang dan kepercayaan publik. Ia menilai kasus ini tidak hanya mencoreng nama baik institusi Dukcapil, tetapi juga mengancam integritas sistem administrasi kependudukan nasional.
Baca Juga:Indrajaya mendesak Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah tegas. Ia mendorong dilakukannya audit internal menyeluruh serta penguatan sistem pengawasan terhadap jajaran Dukcapil guna mencegah kasus serupa di masa mendatang.
"Ini harus menjadi momentum untuk perbaikan menyeluruh. Jangan sampai ada celah yang dimanfaatkan oknum untuk kepentingan kriminal," imbuh politisi Fraksi PKB tersebut.
Sebagai informasi, sebanyak 24 bayi diketahui telah dijual ke Singapura dalam kasus ini. Pengungkapan dilakukan oleh Polda Jawa Barat setelah menerima laporan dari salah satu orang tua yang menduga anaknya menjadi korban penculikan. Polisi menangkap 13 orang yang diduga terlibat, termasuk satu pegawai Dukcapil. Seluruh pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.
Bayi-bayi yang dijual berusia dua hingga tiga bulan, dengan harga jual berkisar antara Rp11 juta hingga Rp16 juta, tergantung kesepakatan antara pelaku dan ibu kandung bayi.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti adanya selisih sekitar Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran Program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan efektivitas sistem akreditasi rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan
Politik
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu, saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 resmi berak
Ekonomi
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyampaikan keprihatinan atas munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan pada penerima manfaat Pr
Politik
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi
Politik