RS Methodist Siap Perluas Akses Layanan BPJS Kesehatan di Medan
Rumah Sakit (RS) Methodist berkomitmen penuh mendukung program BPJS Kesehatan, bahkan akan memperluas layanan medis yang lebih luas dengan t
Kesehatan
JELAJAHNEWS.ID -Sebuah video yang menampilkan pria yang diduga mirip Anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah mengisap perangkat menyerupai rokok elektrik (vape) viral di media sosial. Rekaman tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar melalui sejumlah akun Facebook dan memunculkan berbagai dugaan mengenai benda yang digunakan dalam video.
Dalam rekaman yang beredar, pria yang disebut-sebut merupakan legislator dari Partai Hanura itu terlihat sedang berkumpul bersama sejumlah orang. Mereka tampak menikmati minuman tuak dalam suasana pertemuan informal.
Di tengah pertemuan tersebut, pria dalam video terlihat menerima sebuah perangkat yang menyerupai vape dari seseorang yang berada di dekatnya. Perangkat itu kemudian diisap beberapa kali. Adegan tersebut menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian setelah rekaman beredar luas di media sosial.
Saat memegang perangkat tersebut, pria yang berada dalam video juga terdengar mengucapkan kalimat dalam bahasa daerah yang kurang lebih bermakna, "Tidak difoto ini, kan?" Ucapan tersebut turut menjadi sorotan warganet karena muncul sesaat setelah dirinya menggunakan perangkat yang disebut-sebut menyerupai vape.
Salah satu akun Facebook yang diketahui mengunggah rekaman tersebut adalah akun bernama Anes Priskhy Sitepu. Berdasarkan penelusuran wartawan, video tersebut diunggah pada 20 Juni 2026. Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti kapan dan di mana rekaman itu pertama kali dibuat.
Video tersebut kemudian kembali menjadi perhatian publik setelah beredar dan diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pihak mengaitkan perangkat yang digunakan dalam rekaman dengan istilah "vape getar" serta menduga perangkat tersebut mengandung zat narkotika. Namun, dalam informasi yang tersedia, belum terdapat bukti atau hasil pemeriksaan yang mengonfirmasi dugaan tersebut.
Ketika dikonfirmasi mengenai video yang viral itu, EAS mengakui bahwa pria yang terlihat dalam rekaman tersebut memang dirinya. Namun, ia menegaskan bahwa peristiwa yang terekam dalam video merupakan kejadian lama.
"Biasa orang sirik. Tes swab pun kita berani kok," ujar EAS kepada wartawan, Kamis (6/8) malam.
Terkait isu mengenai perangkat yang diisapnya dalam video, khususnya dugaan bahwa benda tersebut merupakan vape yang mengandung zat narkotika, EAS membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Nggak benar itu," tegasnya.
Dalam proses konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, EAS sempat memberikan respons dengan nada tinggi. Ia bahkan menyatakan tidak keberatan apabila persoalan tersebut diberitakan oleh media.
"Kalau mau diberitakan, beritakan aja. Nggak ada masalah," katanya sebelum mengakhiri percakapan.
Hingga berita ini disusun, belum ada informasi mengenai pemeriksaan terhadap perangkat yang terlihat dalam video maupun keterangan resmi yang dapat memastikan kandungan benda tersebut. Karena itu, dugaan mengenai adanya zat narkotika dalam perangkat tersebut masih sebatas isu yang beredar di media sosial. Klarifikasi dan bukti yang dapat diverifikasi menjadi penting agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat.(jns)
Rumah Sakit (RS) Methodist berkomitmen penuh mendukung program BPJS Kesehatan, bahkan akan memperluas layanan medis yang lebih luas dengan t
Kesehatan
Komisi III DPR RI menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dalam Rapat Pa
Hukum
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dalam kegiatan kickoff di Universitas Indo
Ekonomi
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) dalam melakukan pengawasa
Politik
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyampaikan keprihatinannya atas berulangnya kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi G
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti adanya selisih sekitar Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran Program Makan Bergizi
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mempertanyakan efektivitas sistem akreditasi rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan
Politik
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyerap berbagai masukan dalam rangka penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2027
Politik
Sebanyak 54 warga Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah, Kabupaten Deli Serdang, mengajukan gugatan perdata terkait dugaan perbuatan mela
Hukum
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke121 Perumda Tirtanadi Sumatera Utara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Kantor Pusat, J
Daerah