Ia menilai pemadaman listrik massal berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi. Menurutnya, gangguan tersebut telah melumpuhkan berbagai layanan publik, aktivitas usaha, hingga mobilitas warga di sejumlah daerah.
"Kalau saya menilai, ini bagian dari kejahatan kemanusiaan sekaligus bentuk kegagalan manajemen PLN dalam menjalankan amanah rakyat," tegas Yudhistira.
Re-LUN juga mendesak Presiden untuk segera mengevaluasi kinerja direksi PLN. Selain itu, mereka meminta aparat penegak hukum turut menyelidiki penyebab pemadaman listrik yang dinilai sebagai kejadian luar biasa.
"Kami mendesak Presiden segera mencopot Darmawan Prasodjo yang sudah hampir enam tahun menjabat. Kami juga meminta Polri dan Kejaksaan Agung mengusut tuntas peristiwa ini," ujarnya.
Yudhistira turut menyinggung isu kondisi keuangan PLN yang disebut tengah mengalami tekanan. Ia mengaitkan hal tersebut dengan kabar kerugian perusahaan hingga Rp4,3 triliun, meningkatnya utang, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Saya meyakini kondisi PLN memang sedang kritis. Ada isu kerugian perusahaan, utang yang terus meningkat, dan wacana pemadaman bergilir karena tekanan keuangan," katanya.