Misteri 2 HP dan Paspor PMI Tewas di Korsel, Keluarga Reza Tagih Penjelasan
Keluarga Reza Valentino Simamora masih mempertanyakan hilangnya sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk dua telepon genggam dan paspo
Peristiwa
JELAJAHNEWS.ID -Keluarga Reza Valentino Simamora masih mempertanyakan hilangnya sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk dua telepon genggam dan paspor, usai jenazah dipulangkan dari Korea Selatan ke Indonesia.
Ayah korban, Saut Tarulitua Simamora, mengatakan pihak keluarga telah mengikuti klarifikasi melalui pertemuan daring, bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Bea Cukai, Jumat (17/4/2026) lalu.
Dalam pertemuan itu, keluarga mendapat penjelasan bahwa dua ponsel milik Reza dikirim terpisah dari barang lainnya sesuai prosedur.
"Klarifikasinya hampa dan itu mengatakan bahwa handphone itu terpisah sesuai dengan peraturan mereka. Cuma yang saya sayangkan dari KBRI, tidak ada sepucuk surat bahwa ini reguler," kata Saut, Selasa (21/4/2026).
Namun hingga kini, barang tersebut disebut belum diterima pihak keluarga. Saut menilai penjelasan yang diberikan belum memuaskan karena tidak disertai dokumen resmi terkait alasan pemisahan barang tersebut.
"Setelah viral, handphone ini muncul. Itu pun katanya dua hari. Sekarang hari Senin, sampai sekarang belum saya terima handphonenya," ujarnya.
Selain telepon genggam, paspor milik Reza juga disebut ditarik negara sesuai aturan yang berlaku. Hal ini turut dipertanyakan keluarga karena paspor tersebut dibuat dengan biaya pribadi untuk keperluan bekerja di luar negeri.
"Paspor itu katanya diambil negara, ditarik kembali sesuai dengan peraturan pemerintah. Seharusnya kan sampai dulu. Bukan negara yang mencetak itu. Anak saya membuatnya untuk berangkat ke sana dengan biaya pribadi," ucap Saut.
Ia berharap seluruh barang pribadi anaknya dapat dikembalikan dan ada penjelasan lebih rinci dari pihak terkait.
"Kita mohon kepada Bapak Prabowo Subianto. Kita mohon, kasihanilah, Pak. Saya orang yang susah, tapi tidak menyusahkan orang," katanya.
Tak hanya soal barang pribadi, keluarga juga menyebut hak asuransi dari perusahaan tempat Reza bekerja di Korea Selatan belum diterima. Begitu pula sisa gaji korban untuk periode 1 hingga 23 September 2025 yang diklaim belum dibayarkan.
"Asuransi dari Korea Selatan pun, satu perak tak ada. Jangankan asuransi, barang anak pun tiba hilang. Pergi sehat, pulang peti mati. Asuransi enggak keluar," ucap Saut.
Sebelumnya, Reza diketahui berangkat ke Korea Selatan pada Maret 2025 untuk bekerja di kapal penangkap ikan milik PT Garamho. Sebelum berangkat, ia sempat mengikuti kursus bahasa Korea selama empat bulan di wilayah Semarang.
Jenazah Reza ditemukan pada 27 September 2025 dengan luka di bagian dada dan dipulangkan ke rumah duka pada 5 Oktober 2025. Kasus ini kembali menjadi sorotan setelah keluarga menuntut kejelasan atas barang pribadi serta hak finansial korban. (**)
Keluarga Reza Valentino Simamora masih mempertanyakan hilangnya sejumlah barang pribadi milik korban, termasuk dua telepon genggam dan paspo
Peristiwa
Sebanyak 12 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi calon Direksi PT Bank Sumut dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya
Ekonomi
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan pemerintah agar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi
Politik
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menyoroti kasus viral narapidana korupsi yang kedapatan berada di sebuah kedai kopi
Politik
Anggota Komisi III DPR RI, Siti Aisyah, menyoroti maraknya peredaran narkotika di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dinilai telah mencapai
Politik
Konflik agraria yang telah berlangsung bertahuntahun di Provinsi Riau kembali mencuat dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang di
Politik
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta agar sosialisasi kebijakan pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hu
Daerah
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 22,6 persen secara tahunan (yearonyear/yoy)
Ekonomi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas ekspansi bisnis dengan menyasar ekosistem koperasi pasar melalui kemitraan strategis
Ekonomi
Perlindungan terhadap peternak rakyat menjadi sorotan dalam pembahasan revisi UndangUndang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di DPR RI
Politik