Jumat, 13 Maret 2026

Seluruh ABK KM Usaha Baru Ditemukan, Operasi Pencarian di Kepulauan Seribu Resmi Ditutup

admin - Jumat, 10 Oktober 2025 09:17 WIB
Seluruh ABK KM Usaha Baru Ditemukan, Operasi Pencarian di Kepulauan Seribu Resmi Ditutup

JELAJAHNEWS.ID -Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, petugas gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh anak buah kapal (ABK) KM Usaha Baru yang mengalami kecelakaan laut di perairan Pulau Bokor, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu. Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai pada Kamis (9/10/2025).

Kepala Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Seribu, Mansyah, mengatakan pencarian dilakukan sejak 7 Oktober hingga 9 Oktober 2025.

"KM Usaha Baru terbalik akibat dihantam ombak besar pada 7 Oktober 2025. Proses evakuasi langsung kita lakukan sejak hari pertama kejadian," ujarnya, Jumat (10/10).

Baca Juga:
Mansyah menjelaskan, korban terakhir yang belum ditemukan adalah Udin, salah satu ABK KM Usaha Baru. Jenazahnya berhasil ditemukan pada Kamis (9/10) sekitar pukul 12.14 WIB di perairan Pulau Pari, tidak jauh dari lokasi kapal terbalik.

"Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sekitar perairan Pulau Pari," terangnya.

Menurutnya, sebelum jenazah ditemukan, petugas gabungan telah melakukan penyisiran di sejumlah titik, seperti Pulau Ayer, Pulau Pari, Pulau Ayer Kecil, Pulau Karang Beras, hingga Pulau Tunda. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ungkap Mansyah.

Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Sidartawan, juga menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa kapal nelayan tersebut. Ia menjelaskan, KM Usaha Baru berangkat dari Pelabuhan Cituis, Tangerang, sebelum dihantam gelombang tinggi di sekitar perairan Pulau Bokor.

"Sebanyak tujuh orang ABK berhasil diselamatkan, sementara satu orang meninggal dunia," ujarnya.

Sidartawan mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam proses evakuasi ini. Saya mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan sebelum melaut dan rutin memantau prakiraan cuaca," tandasnya.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru