Rabu, 13 Mei 2026

Wamenaker Minta Generasi Muda Ciptakan Lapangan Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

admin - Sabtu, 02 Mei 2026 22:18 WIB
Wamenaker Minta Generasi Muda Ciptakan Lapangan Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal
Wamenaker Afriansyah saat pelantikan Biru Muda Project bertajuk “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026” di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional yang masih didominasi sektor informal. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) dan memperluas penyerapan tenaga kerja.

Afriansyah mengungkapkan bahwa struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini masih didominasi sektor informal. Dari total angkatan kerja, lebih dari 155 juta orang berada di sektor tersebut, sementara jutaan lainnya belum terserap di pasar kerja formal.

"Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas tenaga kerja, khususnya di kalangan pemuda, agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan industri," ujar Afriansyah dalam sambutannya pada pelantikan Biru Muda Project bertajuk "UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026" di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga:
Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi bagian dari data statistik ketenagakerjaan. Menurutnya, kontribusi nyata melalui inovasi dan aksi konkret menjadi kunci untuk menghadapi tantangan tersebut.

"Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik, tetapi mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata," tegasnya.

Afriansyah juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menghambat optimalisasi penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya transformasi menyeluruh dalam pembangunan SDM agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern.

Dalam konteks tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja melalui inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi digital.

"Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi melalui penciptaan peluang kerja baru, terutama di era digital," kata Afriansyah.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia industri, akademisi, komunitas, hingga media.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan empat pilar strategis pada 2026, yakni penguatan pelatihan vokasi melalui skilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (pelatihan ulang), pengembangan Talent and Innovation Hub (Pusat Talenta dan Inovasi/TIH), perluasan akses pelatihan termasuk bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan produktivitas melalui Labor Productivity Clinics (Klinik Produktivitas Tenaga Kerja).

Selain itu, pengembangan talenta juga dilakukan melalui pendekatan inkubasi untuk mendorong lahirnya wirausaha digital baru. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan pelaku ekonomi mandiri yang inovatif, termasuk di sektor ekonomi kreatif dan industri hijau.

"Seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global," ujar Afriansyah.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru