DPR-RI Segera Panggil Polda Sumut dan Polrestabes Medan Terkait Kasus WLG
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berkomitmen merevitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Desa Hilisao'ötö, Kecamatan Siduaori, Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Revitalisasi tersebut dilakukan sebagai upaya melestarikan warisan peradaban leluhur sekaligus mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Kepulauan Nias.
Komitmen itu disampaikan Bobby Nasution saat mengunjungi Situs Megalitik Tetegewo bersama Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, Jumat (17/7/2026) sore.
Situs yang menyimpan ratusan artefak batu berusia ribuan tahun tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat adat Nias. Keberadaannya menjadi bukti perjalanan peradaban masyarakat Nias yang telah berlangsung sejak masa lampau.
Baca Juga:Dalam kunjungan tersebut, Bobby bersama rombongan berjalan kaki sekitar 200 meter dari titik pemberhentian kendaraan menuju lokasi situs. Mereka harus melewati jalur menanjak dengan medan cukup terjal sembari mendengarkan penjelasan masyarakat mengenai sejarah Tetegewo.
Setibanya di lokasi, Bobby menyimak penjelasan mengenai susunan batu megalitik, ukiran, serta berbagai artefak yang menjadi jejak peradaban masyarakat adat Nias.
Susunan batu yang terdapat di kawasan tersebut juga disebut memiliki kemiripan dengan pondasi rumah adat Nias yang hingga kini masih menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat.
Warisan Leluhur Harus Dijaga
Bobby menegaskan keberadaan Situs Megalitik Tetegewo harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, pelestarian situs sejarah tidak hanya penting untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga untuk memberikan pengetahuan kepada generasi mendatang.
Meski berada di kawasan perbukitan dengan medan yang cukup curam, Bobby menilai kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keberadaan situs.
"Jadi karena ini peninggalan sejarah penting bagi masyarakat adat Nias, maka ini harus dijaga. Dan yang terpenting juga bagaimana kita bisa merevitalisasi situs ini dan yang lainnya juga, agar batu-batu yang ada ini tetap terjaga," ujar Bobby.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya sebatas memperbaiki atau menata kawasan secara fisik. Pemerintah juga perlu memikirkan pengelolaan, aksesibilitas, promosi, serta pemanfaatan situs sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
"Kita ingin membangun Nias, dan untuk situs peninggalan sejarah ini bukan hanya tempatnya saja. Tetapi bagaimana keberadaan artefak-artefak ini bisa menjadi masukan untuk masyarakat dari sisi wisatanya. Ini tugas kita bersama, dan kami Pemprov Sumut akan melakukan revitalisasi," tegas Bobby.
Warga Berharap Jadi Destinasi Wisata
Perhatian Pemerintah Provinsi Sumut terhadap Tetegewo mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap revitalisasi dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Salah seorang warga Nias Selatan, Hulu, mengaku bangga karena situs yang berada jauh dari pusat kota tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sumut.
"Kalau bisa tempat ini dibangun lebih bagus lagi, kami tentu sangat berterima kasih. Apalagi kami dengar, Pak Gubernur sudah berapa kali datang ke Nias. Ini menambah harapan kami supaya peninggalan sejarah ini bisa dikunjungi banyak wisatawan," ujar Hulu.
Menurutnya, pengembangan Tetegewo sebagai destinasi wisata sejarah akan memberikan manfaat tidak hanya bagi pelestarian budaya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar melalui meningkatnya kunjungan wisatawan.
Kunjungan Bobby Nasution bersama Fabien Penone juga mendapat sambutan antusias masyarakat. Ratusan warga memadati kawasan Situs Megalitik Tetegewo untuk menyapa rombongan sekaligus mengabadikan momen melalui foto bersama.
Revitalisasi Tetegewo diharapkan menjadi langkah awal untuk mengangkat situs-situs bersejarah lainnya di Kepulauan Nias sehingga kekayaan peradaban, budaya, dan sejarah masyarakat Nias semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
Komisi III DPR RI meminta Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya Winda Lorenza (35
Politik
Sebuah video yang menampilkan pria yang diduga mirip Anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah mengisap perangkat menyerupai rokok elekt
Peristiwa
Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan meminta pemerintah memperkuat strategi pemberantasan judi daring dengan tidak hanya memblokir situs
Politik
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus di
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut secara tuntas penyebab
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan Kepala S
Politik
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menilai praktik korupsi di Indonesia telah berada pada ti
Politik
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang viral di Bali, di mana seorang pria yang diduga
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru&039yat, mengusulkan agar pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Ketenagakerjaan memasukkan ketentuan meng
Politik