Senin, 10 Agustus 2026

Sapa Warga Lewat SADA, Bobby Nasution Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Nias Barat

admin - Sabtu, 18 Juli 2026 10:18 WIB
Sapa Warga Lewat SADA, Bobby Nasution Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Nias Barat
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berdialog langsung dengan masyarakat Nias Barat melalui program SADA (Sapa Daerah).

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berdialog langsung dengan masyarakat Nias Barat melalui program SADA (Sapa Daerah). Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi sekaligus mendapatkan respons langsung dari pemerintah terkait persoalan yang mereka hadapi.

Pertemuan yang berlangsung di RPJ Beach, Sirombu, Nias Barat, Sabtu (18/7/2026), diwarnai berbagai usulan masyarakat. Mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana nelayan, pembangunan infrastruktur jalan, hingga dukungan pembangunan rumah ibadah.

Bobby Nasution yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu mendengarkan satu per satu aspirasi warga. Sejumlah persoalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sumut bahkan langsung mendapat tindak lanjut.

Baca Juga:
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan nelayan berupa kapal, alat tangkap, serta pembangunan pemecah ombak.

Menanggapi hal tersebut, Bobby memastikan bantuan kapal dan alat tangkap akan direalisasikan setelah Agustus 2026. Sementara untuk pembangunan pemecah ombak, ia menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat sehingga Pemprov Sumut akan mendorong koordinasi dengan kementerian terkait.

"Untuk kapal nanti setelah bulan delapan. Selain dari Pemprov, saya juga siap menambah bantuan kapal lewat uang pribadi, termasuk penambahan alat tangkap. Kalau pemecah ombak ini proyek kementerian, tapi kami akan dorong ke kementerian dan berkolaborasi dengan mereka," ujar Bobby.

Jalan Rusak Ditangani Bertahap

Selain persoalan nelayan, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan Masjid Agung Al-Uswah serta perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Lalowau–Sirombu dan Sirombu–Gunungsitoli.

Bobby mengatakan pemerintah akan melakukan perbaikan jalan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. Dari hasil peninjauan langsung, terdapat sekitar 17 kilometer ruas jalan yang mengalami kerusakan.

"Masjid kami tidak bisa memberikan Rp100 juta, bisanya Rp250 juta, jadi tolong bapak perbaiki proposalnya. Untuk jalan kami baru bisa memperbaikinya 5 kilometer. Setelah kami tinjau tadi ada sekitar 17 kilometer yang rusak, kami akan perbaiki bertahap," jelas Bobby.

Menurutnya, penanganan infrastruktur tidak dapat dilakukan sekaligus. Karena itu, pemerintah akan menentukan skala prioritas berdasarkan kondisi lapangan serta tingkat urgensi kebutuhan masyarakat.

Bawa Kepala OPD agar Aspirasi Tak Berhenti di Forum

Untuk memastikan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara konkret, Bobby membawa sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut dalam kegiatan SADA.

Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas BMBKCK, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta sejumlah pimpinan OPD terkait lainnya.

Kehadiran para kepala OPD tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian persoalan karena masyarakat dapat langsung memperoleh penjelasan teknis dari instansi yang memiliki kewenangan.

"Nanti tuntutannya secara teknis langsung ke kadisnya saja, jadi bisa lebih jelas bagaimana teknisnya," kata Bobby.

Menurut Bobby, pendekatan langsung seperti SADA penting dilakukan agar pemerintah tidak hanya menerima laporan melalui dokumen atau birokrasi, tetapi dapat melihat dan mendengar sendiri persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Warga Apresiasi Dialog Langsung

Masyarakat Sirombu menyambut positif pelaksanaan dialog tersebut. Warga menilai forum SADA memberikan ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada kepala daerah.

Salah seorang warga, Ahmad Rafi Zebua, mengaku bersyukur karena aspirasi masyarakat dapat langsung mendapat respons dari Gubernur Sumut.

"Baru kali ini kami bisa berdiskusi langsung dengan gubernur dan langsung ada solusinya, tidak sebatas berbicara saja. Kami sangat bersyukur masalah kami ada jalan keluarnya walau tidak semua bisa terlaksana dalam waktu dekat. Mudah-mudahan implementasinya cepat," ujar Ahmad.

Dialog melalui program SADA tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumut memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan di Kepulauan Nias berjalan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru