DPR-RI Segera Panggil Polda Sumut dan Polrestabes Medan Terkait Kasus WLG
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
JELAJAHNEWS.ID -Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengajak masyarakat di Kepulauan Nias untuk menggunakan dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. Menurutnya, rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan, identitas nasional, dan kehormatan bangsa.
Ajakan tersebut disampaikan Surya saat membacakan sambutan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution sekaligus membuka kegiatan Jelajah Rupiah Kepulauan Nias di Alun-Alun Kota Gunungsitoli, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sibolga sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap uang rupiah layak edar.
Dalam sambutannya, Surya mengatakan Kepulauan Nias memiliki potensi ekonomi yang besar. Potensi tersebut antara lain berasal dari sektor pariwisata, kelautan, pertanian, perkebunan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.
"Kepulauan Nias punya potensi yang sangat besar. Mulai dari sektor pariwisata kelas dunia, kelautan, pertanian, perkebunan, serta UMKM sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat," ujar Surya.
Menurutnya, potensi ekonomi tersebut perlu didukung sistem pembayaran yang aman, lancar, dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.
Karena itu, Surya menilai kegiatan Jelajah Rupiah memiliki arti penting. Program tersebut tidak sekadar mendistribusikan uang rupiah layak edar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat di berbagai wilayah memperoleh akses yang setara terhadap alat pembayaran resmi negara.
"Dengan potensi itu, perlu dukungan sistem pembayaran yang aman, lancar, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena Jelajah Rupiah ini bukan sekadar mendistribusikan uang layak edar, tetapi menghadirkan negara agar masyarakat mendapatkan hak yang sama mengakses rupiah," jelasnya.
Surya juga mengingatkan masyarakat agar memiliki literasi keuangan yang memadai. Menurutnya, perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai metode pembayaran digital yang semakin mudah digunakan, tetapi keberadaan uang tunai tetap memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
"Masyarakat juga harus memiliki literasi keuangan yang memadai. Penggunaan pembayaran digital, QRIS, mobile banking maupun instrumen pembayaran lainnya harus berjalan seiring dengan ketersediaan uang tunai untuk saling melengkapi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.
Ia menekankan bahwa penggunaan transaksi digital dan uang tunai tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan sesuai kebutuhan masyarakat, sepanjang sistem pembayaran tetap aman, mudah diakses, dan mendukung kegiatan ekonomi.
Selain mendorong penggunaan rupiah, Surya juga mengingatkan pentingnya merawat uang rupiah. Masyarakat diharapkan menjaga kondisi fisik uang agar tetap layak digunakan sehingga masa edar uang dapat berlangsung lebih panjang.
Surya berharap kegiatan Jelajah Rupiah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Kepulauan Nias, terutama dalam memperluas akses terhadap uang rupiah layak edar. Kehadiran layanan tersebut dinilai penting mengingat karakteristik Kepulauan Nias yang terdiri atas wilayah kepulauan dengan kebutuhan akses layanan keuangan yang beragam.
Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Sibolga Riza Putera mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumut terhadap pelaksanaan Jelajah Rupiah Kepulauan Nias.
Menurut Riza, kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk membangun sistem pembayaran yang inklusif, efisien, dan aman. Sistem pembayaran yang baik juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Tim Jelajah Rupiah dilepas dari Kota Gunungsitoli untuk mendistribusikan uang rupiah layak edar ke berbagai wilayah di Kepulauan Nias.(jns)
Peristiwa kematian korban Winda Lorenza Gowasa (35) (WLG) dalam kasus dugaan bunuh diri akibat menembak kepala dengan menggunakan senjata
Hukum
Komisi III DPR RI meminta Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya Winda Lorenza (35
Politik
Sebuah video yang menampilkan pria yang diduga mirip Anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah mengisap perangkat menyerupai rokok elekt
Peristiwa
Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan meminta pemerintah memperkuat strategi pemberantasan judi daring dengan tidak hanya memblokir situs
Politik
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai penguatan otonomi daerah tidak cukup diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus di
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut secara tuntas penyebab
Politik
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan Kepala S
Politik
Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menilai praktik korupsi di Indonesia telah berada pada ti
Politik
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang viral di Bali, di mana seorang pria yang diduga
Politik
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru&039yat, mengusulkan agar pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Ketenagakerjaan memasukkan ketentuan meng
Politik