Kamis, 23 Juli 2026

Bobby Nasution: Nilai Pancasila Tetap Relevan Hadapi Tantangan Global

admin - Senin, 01 Juni 2026 22:05 WIB
Bobby Nasution: Nilai Pancasila Tetap Relevan Hadapi Tantangan Global
Bobby Nasution usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Kabupaten Deli Serdang, Senin (1/6/2026).

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Dalam kesempatan itu, Bobby mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, semangat Pancasila tidak cukup diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di setiap lini pelayanan publik.

"Pancasila sangat relevan, bukan hanya untuk seluruh masyarakat Indonesia, tetapi juga untuk kondisi global saat ini," ujar Bobby Nasution usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Kabupaten Deli Serdang, Senin (1/6/2026).

Baca Juga:
Bobby menilai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika sosial dan geopolitik dunia. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, memperkuat kebangsaan, dan mewujudkan pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pada upacara tersebut, Bobby juga membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam pidato itu ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," demikian kutipan pidato Kepala BPIP yang dibacakan Bobby.

Yudian menyampaikan bahwa sejak Indonesia merdeka, Pancasila telah menjadi dasar negara sekaligus bintang penuntun dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Menurutnya, di tengah situasi global yang diwarnai ketidakpastian, disrupsi teknologi, serta meningkatnya dinamika geopolitik, Indonesia tetap mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Ia menilai keberhasilan Indonesia mempertahankan persatuan meski terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis menjadi bukti nyata bahwa Pancasila memiliki kekuatan sebagai perekat bangsa.

"Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," ujar Yudian dalam pidato yang dibacakan Bobby.

Selain itu, Kepala BPIP juga menitipkan pesan kepada para menteri, gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh penyelenggara pemerintahan agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam merumuskan setiap kebijakan publik. Menurutnya, setiap kebijakan harus berorientasi pada keadilan sosial, melindungi hak-hak seluruh masyarakat, serta memberikan perhatian kepada kelompok yang paling membutuhkan.

"Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita," ujar Yudian.(jns/**)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru