LP3SU Sebut Tindak Lanjut LHP BPK Perumda Tirtanadi Sudah Diselesaikan
Beredarnya tayangan di platform TikTok berjudul "Skandal Dugaan Kebocoran Rp450 Miliar di PDAM Tirtanadi Disorot, Indikasi Tata Kelola
Daerah
JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya regulasi yang jelas dan terintegrasi dalam penanganan pengungsi luar negeri agar tidak menimbulkan persoalan sosial, ekonomi, maupun potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat. Pemerintah daerah juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta lembaga internasional seperti United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM).
Penegasan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, beserta jajaran di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (23/4/2026).
Pertemuan itu membahas penguatan kolaborasi dalam penanganan pengungsi luar negeri di Sumut sekaligus peningkatan sarana dan prasarana layanan keimigrasian guna mendukung pelayanan publik yang lebih optimal.
Baca Juga:Menurut Bobby, keberadaan pengungsi perlu dikelola secara baik agar tidak memunculkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan. Ia menilai kebijakan yang diterapkan pemerintah pusat perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik daerah sehingga pelaksanaannya berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
"Kita ingin memastikan penanganan pengungsi ini benar-benar terintegrasi. Jangan sampai masyarakat kecil terdampak, baik secara ekonomi maupun keamanan. Aturan-aturan dari pemerintah pusat harus kita sesuaikan dengan kondisi di daerah agar tidak muncul masalah hukum di kemudian hari," ujar Bobby.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap mobilitas pengungsi agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini, Bobby berharap Imigrasi bersama lembaga internasional yang menangani pengungsi dapat memperkuat koordinasi dan pengendalian di lapangan.
Menurutnya, pengelolaan pengungsi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau lembaga internasional semata, tetapi juga memerlukan keterlibatan pemerintah daerah agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Selain membahas persoalan pengungsi, audiensi tersebut juga membicarakan peningkatan kualitas layanan keimigrasian di Sumatera Utara. Bobby menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan layanan terpadu atau layanan satu atap yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian.
"Kami sangat mendukung penyediaan kantor atau gedung layanan. Kita tunggu koordinasi teknisnya agar pelayanan tidak terpencar dan masyarakat bisa lebih nyaman mendapatkan layanan imigrasi dalam satu gedung," katanya.
Menurut Bobby, keberadaan fasilitas pelayanan yang terpusat akan memudahkan masyarakat maupun warga negara asing dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi keimigrasian. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, mudah, dan terintegrasi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumut, Parlindungan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap berbagai program keimigrasian yang sedang dijalankan.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan dan pergerakan pengungsi di wilayah Sumut yang jumlahnya masih cukup signifikan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas pengungsi tetap berada dalam koridor hukum dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami berterima kasih atas waktu dan dukungan Bapak Gubernur. Saat ini kami terus memantau pergerakan pengungsi yang jumlahnya cukup signifikan di Sumut. Kami juga melaporkan koordinasi dengan pusat terkait rencana kunjungan Menteri ke Sumatera Utara untuk meninjau langsung program-program strategis keimigrasian," ujar Parlindungan.
Beredarnya tayangan di platform TikTok berjudul "Skandal Dugaan Kebocoran Rp450 Miliar di PDAM Tirtanadi Disorot, Indikasi Tata Kelola
Daerah
Ledakan menggegerkan kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatka
Peristiwa
Tim Nasional Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1&ndash0 pada partai final yang berlangsung
Olahraga
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan kinerja positif pada semester I 2026 dengan mencatat laba bersih konsolidasi sebesar
Ekonomi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat posisinya sebagai mitra gaya hidup masyarakat melalui kolaborasi dalam penyelenggaraa
Ekonomi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat transformasi digital melalui kerja sama strategis dengan PT Artajasa Pembayaran
Ekonomi
Penantian panjang umat Katolik TNIPolri di Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, akhirnya terwujud. Uskup Agung Jakarta sekaligus Uskup Ordinari
Ragam
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mendesak Polres Pelabuhan Belawan segera menahan mantan Kepala Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Medan,
Hukum
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mulai berkantor di Kepulauan Nias pada pekan ini sebagai bagian dari upaya mend
Daerah
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong pemerintah memperkuat kapasitas pengelolaan desa wisata melalui pendampingan yang b
Politik