Untuk siswa sekolah dasar (SD), bantuan yang diberikan mencapai Rp400 ribu, sedangkan siswa sekolah menengah pertama (SMP) menerima Rp750 ribu. Bantuan itu diperuntukkan bagi kebutuhan perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, tas, dan perlengkapan belajar lainnya.
Meski demikian, Laksamana mengakui masih ada tantangan di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Medan Belawan dan Medan Labuhan.
Di daerah tersebut,tambah Laksamana, masih terdapat orang tua yang lebih memilih anaknya membantu mencari nafkah dibanding melanjutkan pendidikan.
"Walaupun sekolah sudah gratis, masih ada masyarakat yang menganggap anak lebih produktif membantu ekonomi keluarga daripada bersekolah. Ini menjadi tantangan besar bagi kami," katanya.
Karena itu, Dinas Pendidikan terus melakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat maupun tenaga pendidik agar praktik-praktik yang berpotensi melanggar aturan dapat dicegah sejak dini.
"Kami akan terus menekan praktik-praktik yang tidak sesuai melalui edukasi dan penguatan pengawasan," ujar Laksamana.
Ia berharap dukungan seluruh pihak, termasuk media, masyarakat, dan tenaga pendidik, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan sesuai visi Pemerintah Kota Medan.
Sementara itu, Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting menuturkan bahwa kehadiran organisasi yang dipimpinnya merupakan wujud nyata kemitraan strategis antara pers dan pemerintah daerah Kota Medan.