Senin, 18 Mei 2026

Akses Sulit Jadi Sorotan, Bobby Nasution Percepat Program Puskesmas Rawat Inap di Daerah Terpencil

admin - Selasa, 12 Mei 2026 22:52 WIB
Akses Sulit Jadi Sorotan, Bobby Nasution Percepat Program Puskesmas Rawat Inap di Daerah Terpencil
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat mengunjungi seorang ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mempercepat program peningkatan Puskesmas rawat inap di wilayah terpencil. Langkah tersebut dilakukan menyusul peristiwa seorang ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang harus ditandu sejauh sekitar 30 kilometer selama enam jam akibat rusaknya akses jalan dan jauhnya fasilitas kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Bobby Nasution saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026). Menurut Bobby, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bahwa pelayanan kesehatan di daerah terpencil masih membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemerintah daerah.

"Kami dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih mudah dijangkau," ujar Bobby.

Baca Juga:
Ia menilai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah terpencil tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan fasilitas kesehatan, tetapi juga akses infrastruktur menuju layanan kesehatan yang masih minim dan sulit dilalui, terutama di sejumlah wilayah pedalaman.

Sebagai solusi jangka pendek dan menengah, Pemprov Sumut mendorong peningkatan status sejumlah Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, khususnya bagi daerah yang berjarak lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit terdekat.

"Puskesmas yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit kita dorong menjadi Puskesmas rawat inap. Program ini sudah kita siapkan dan dipercepat mulai tahun ini," katanya.

Bobby menjelaskan, pemerintah provinsi telah meminta pemerintah kabupaten dan kota melakukan evaluasi serta pengecekan standar fasilitas Puskesmas di wilayah masing-masing. Evaluasi tersebut meliputi kesiapan sarana, tenaga kesehatan, hingga kemampuan pelayanan medis dasar.

Menurut dia, apabila standar pelayanan telah terpenuhi, Pemprov Sumut siap memberikan dukungan anggaran guna mempercepat peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Standarnya sudah ada. Ketika sudah memenuhi standar, Pemerintah Provinsi akan membantu agar Puskesmas tersebut bisa menjadi Puskesmas rawat inap," ujarnya.

Ia menambahkan, program peningkatan Puskesmas rawat inap sebenarnya direncanakan mulai berjalan pada 2027. Namun, pelaksanaannya dipercepat menjadi tahun ini setelah adanya dukungan bantuan dari pemerintah pusat.

"Awalnya direncanakan mulai 2027, tetapi kita percepat tahun ini karena ada dukungan bantuan dari pemerintah pusat," kata Bobby.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemprov Sumut juga terus mendorong percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan menuju wilayah terpencil. Upaya tersebut dinilai penting untuk mempercepat mobilitas warga, terutama dalam kondisi darurat kesehatan.

Bobby menegaskan, pemerintah provinsi telah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi kabupaten dan kota yang membutuhkan bantuan peningkatan fasilitas kesehatan maupun pembangunan infrastruktur pendukung. Meski demikian, realisasi bantuan tetap memerlukan pengajuan resmi dari pemerintah daerah setempat.

"Kita bukan hanya mendorong programnya, tetapi juga menyiapkan dukungan keuangannya. Tinggal bagaimana kabupaten dan kota mengajukan sesuai kebutuhan daerahnya," pungkasnya.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru