Rabu, 13 Mei 2026

Kecelakaan Bus ALS di Muratara Tewaskan 16 Orang, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban

admin - Kamis, 07 Mei 2026 22:29 WIB
Kecelakaan Bus ALS di Muratara Tewaskan 16 Orang, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat mengunjungi Kantor PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (7/5/2026), menyusul kecelakaan maut Bus ALS nomor 346 BK 7778 DL di Kabupaten Musi Rawas Utara (Mu

JELAJAHNEWS.ID -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengunjungi Kantor PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (7/5/2026), menyusul kecelakaan maut Bus ALS nomor 346 BK 7778 DL di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby memastikan penanganan korban berjalan maksimal, mulai dari proses identifikasi hingga pemulangan ke daerah asal masing-masing korban.

Baca Juga:
Kecelakaan bus ALS rute Medan–Semarang itu menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka. Para korban luka saat ini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Sumatera Selatan.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Direktur PT ALS Chandra Lubis, keluarga korban, Organisasi Angkutan Darat (Organda), serta Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumut, Bobby menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tersebut.

"Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan keluarga adalah kesabaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir untuk memastikan seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, dapat ditangani dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing," ujar Bobby Nasution.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumut siap membantu seluruh korban tanpa membedakan asal daerah. Menurutnya, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah dilakukan sejak malam kejadian guna mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban.

"Artinya, Pemprov Sumut siap membantu para korban, baik yang berasal dari Sumatera Utara maupun dari luar Sumatera Utara," katanya.

Selain memastikan penanganan korban, Bobby juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi umum. Ia menilai keberadaan manifest penumpang menjadi hal krusial dalam proses identifikasi korban ketika terjadi kecelakaan.

"Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus maupun pemerintah daerah. Manifest penumpang sangat penting untuk memudahkan identifikasi korban dan penanganan saat terjadi musibah," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby turut menaiki salah satu bus ALS tujuan Medan–Yogyakarta untuk berdialog langsung dengan sopir dan penumpang. Ia mengingatkan para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan.

Sementara itu, Direktur PT ALS Chandra Lubis menyampaikan pihak perusahaan telah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk membantu proses penanganan korban dan keluarga penumpang.

"Saat ini perwakilan ALS di Sumsel sudah turun ke lapangan dan juga memberikan bantuan berupa akomodasi bagi keluarga korban yang ingin menuju Sumsel," kata Chandra.

Menurut Chandra, berdasarkan informasi awal di lapangan, kondisi jalan yang kurang baik diduga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Bus disebut sempat mengambil jalur kanan sebelum bertabrakan dengan truk tangki minyak.

Meski demikian, pihaknya menegaskan PT ALS akan bertanggung jawab terhadap para korban dan memastikan santunan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Utara Nasjwin Andi Nurdin memastikan seluruh penumpang mendapatkan jaminan santunan. Namun, proses pendataan korban masih menunggu tahapan identifikasi karena sebagian korban mengalami luka bakar.

"Seluruh penumpang dijamin Jasa Raharja. Namun kami masih menunggu proses identifikasi karena kondisi korban terbakar sehingga membutuhkan waktu," ujarnya.(jns)

Editor
: editor
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru