Plt.Kasatpol PP Sumut: “Ada Atau Tidaknya Covid- 19, Tugas Pokok Satpol  PP  Harus Dilaksanakan”

JELAJAHNEWS.ID, TANJUNGBALAI – Guna mempercepat pencegahan dan pengendalian covid-19 di Sumatera Utara (Sumut), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumut melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) terbatas dengan Satpol PP Kabupaten/Kota zona dua yang meliputi 11 Kabupaten/Kota, di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Walikota Tanjungbalai, Jumat (22/1/2021).

Adapun 11 Kabupaten/Kota yang ikut Rakor Terbatas zona dua tersebut adalah Kota Tanjungbalai, Padangsidimpuan, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.

Plt.Kepala Satpol PP Sumut Asren Nasution mengatakan, Rakor ini bertujuan mengembalikan dan menghidupkan semangat kerja sama jajaran Satpol PP Kabupaten/Kota untuk secara sungguh-sungguh melaksanakan tugas pokoknya. Baik penengakan peraturan kepala daerah, menjaga ketertiban umum dan ketertiban masyarakat, serta perlindungan yang  dikonsentasikan dalam rangka pencegahan covid -19.

“Ada atau tidaknya covid- 19, tugas pokok Satpol  PP  harus dilaksanakan dengan optimal. Apalagi saat pandemi covid-19 ini,” jelasnya.

Asren berharap, Satpol PP sebagai aparat penegak hukum di lingkungan pemerintah, khususnya dalam penerapan Perda tidak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol Kesehatan.

Yakni dengan menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan. Sehingga ini bisa menjadi kebiasaan masyarakat dalam mencegah penularan covid-19.

“Untuk itu seluruh jajaran Satpol PP Kabupaten/Kota dan Satpol PP Provinsi Sumut bersinergi bersama untuk mencegah merebaknya covid-19 dengan menandatangani  komitmen bersama. Diantaranya, melakukan fungsional tanpa sekat menangani  pencegahan covid -19, mengaktifkan jaringan komunikasi dan koordinasi Kabupaten/Kota lintas sektoral, bersama menegakkan wibawa pemerintah,  menyelamatkan masyarakat melalui penegakan disiplin hukum protokol kesehatan,  serta bersama TNI/POLRI dan komponen masyarakat memenangkan pertempurtan melawan Covid-19,” sebutnya.

Sementara itu, Walikota Tanjung Balai, M. Syahrial mengatakan, pandemi covid-19 sangat mengggangu berbagai sendi perekonomian masyarakat. Dan Rakor terbatas ini merupakan langkah maju Satpol PP sebagai garda terdepan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dijelaskannya, Kota Tanjungbalai dalam mencegah penyebaran covid-19 terus melakukan monitoring kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M.

“Bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan kita berikan sanksi berupa tegural lisan dan sanksi sosial,” katanya.

Liasion Officer (LO)  BNPB Pusat, Mayjen (Purn) Darlan Harahap mengatakan, sinergitas ini sangat perlu dibangun karena ancaman Covid-19 ini tidak tahu kapan berakhir.

“Saya berharap penangan Covid -19 terus dilakukan secara sigap dan bersemangat seperti saat penanganan Covid-19 terjadi pertama kali sehingga penyebaran virus ini bias dicegah,” katanya. (IP)