oleh

Menuju Olimpiade Tokyo 2020,Kondisi Ahsan dan Hendra Harus Prima

JELAJAHNEWS.ID, JAKARTA – Faktor usia memang tidak bisa dilawan siapa pun. Begitu juga yang dialami oleh pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Sesuai julukannya, “The Daddies”, usia kedua pebulu tangkis tersebut sudah menginjak kepala tiga dan memiliki anak sehingga disebut bapak-bapak atau Daddies. Mohammad Ahsan saat ini berusia 32 tahun dan dikaruniai dua orang anak. Adapun Hendra Setiawan merupakan bapak tiga anak dengan usia tiga tahun lebih tua dari Ahsan. Melihat performa keduanya di atas lapangan masih solid, The Daddies masih dipercaya untuk bisa mengharumkan Indonesia di kancah dunia.

Namun, bukan berarti mereka disamakan dalam porsi latihan dengan pemain muda lainnya di pelatnas. Ahsan/Hendra tentu mendapat program khusus untuk menjaga kebugaran fisik, terutama guna menghindari cedera. Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengungkapkan bahwa Ahsan/Hendra memang pantas mendapatkan program “spesial”. “Mereka dijaga khusus lebih ke fisiknya. Mau meningkatkan lagi rasanya tidak bisa, yang terpenting jangan sampai cedera saja,” ungkap Herry IP dikutip Antaranews.

“Karena mereka berbeda dengan pemain-pemain yang lebih muda, mereka kami jaga programnya untuk menjaga kebugaran fisiknya,” kata pelatih berjuluk Naga Api itu. Ganda putra nomor dua dunia itu tentu saja harus menjaga fisik mereka paling tidak sampai Olimpiade Tokyo 2020 pada 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang. Sebab, meski sudah mengamankan tiket Olimpiade, mereka masih harus menjalani beberapa turnamen kualifikasi yang akan berlangsung hingga April tahun depan. “Memang turnamen sisa di 2020 ada di Malaysia, Indonesia, kualifikasi Thomas Cup, All England, BAC (Badminton Asia Championship), dan terakhir Olimpiade,” kata Herry.

Seperti diketahui, setelah menghabiskan tahun 2019 sebagai pemain profesional, Ahsan/Hendra kembali berstatus pemain pelatnas. Keduanya tercantum dalam 105 atlet yang dipanggil masuk ke pemusatan latihan tahun depan di Cipayung.

Sumber : Kompas.com

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *