oleh

Konflik Agraria Dapat Terselesaikan Dengan Kebersamaan

JELAJAHNEWS.ID, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut yang berperan dalam upaya penyelesaian masalah pertanahan di daerah ini.

Dengan kebersamaan, diharapkan permasalahan tanah di Sumut dapat terselesaikan dengan segera. Hal ini disampaikan Edy saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Lingkungan Kanwil BPN Sumut di Ball Room Adimulia Hotel Medan, Senin (16/11/2020).

“Saya apresiasi, benar-benar apresiasi, BPN Sumut ikut menyelesaikan urusan pertanahan. Bukan tanggung-tanggung 5.800 hektare dan ini akan bertambah banyak, itu yang harus kita selesaikan,” ucap Edy.

Diakui Edy, Sumut merupakan penyumbang terbesar konflik agraria di Indonesia. Namun dengan bergandengan tangan, persoalan pertanahan ini bisa diselesaikan dengan baik. Melalui acara tersebut, dirinya mengharapkan ada perubahan lebih baik lagi mengenai pelayanan dan penyelesaian tanah di Sumut.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Himawan Arif Sugoto dalam kesempatan itu menyatakan apresiasi pada seluruh ASN di BPN, atas kerja kerasnya terus menerus dalam mengejar target sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa pada tahun 2025 seluruh peta bidang tanah di Indonesia harus sudah terdaftar.

“Dalam waktu 4 tahun tidak lebih dari 46 juta yang sudah kita daftarkan. Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang bekerja yang lainnya juga terima kasih,” katanya.

Menurut Arif, hal ini juga berkat adanya kerja sama dan koordinasi dengan seluruh Forkopimda, sehingga program tersebut berjalan dengan baik. Ke depan diharapkan dengan kegiatan ini seluruh pelayanan di Lingkungan Kanwil BPN Sumut akan terus berbenah dalam menyelesaikan persoalan tanah ini.

Kepala Kanwil BPN Sumut, Dadang Suhendi dalam laporannya menyatakan, Rakerda yang berlangsung 3 hari ini mengusung tema peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul merupakan satu modal utama, bahwa seluruh kegiatan program strategis, seluruh pelayanan yang dilakukan profesional, memiliki sikap jujur, karakter dan perilaku yang baik.

“Agar persoalan tanah di Sumut ini selesai, salah satunya adalah menangani semua sengketa yang terjadi dan menyukseskan program strategis nasional melalui sistem transformasi digitalisasi seluruh dokumen-dokumen pertanahan. Insya Allah, dengan modal kualitas SDM yang unggul di 2021 kami harapkan bisa lebih sukses,” katanya. (IP)

News Feed