Harus Terungkap! Kombes Tatan Pimpin Penyelidikan Kematian Harianto Candra Sitohang

JELAJAHNEWS.ID – Kasus kematian Harianto Candra Sitohang memasuki babak baru. Penyelidikan kasus ini kini ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Utara.

Hal ini terungkap saat Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyambangi keluarga korban di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu (22/9/2021) malam.

“Izinkan saya untuk menangani perkara ini sekali lagi, saya yang akan langsung memimpin kasus ini,” kata Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada keluarga seperti ditirukan penasehat hukum Horas Sinaga SH, Selasa (28/9/2021).

Dalam kesempatan itu Horas Sinaga mengapresiasi kehadiran Kombes Tatan dan jajaran yang berkenan datang ke kediaman keluarga korban untuk membahas kasus tersebut.

Lanjut Horas, Kombes Tatan menyampaikan kepada keluarga akan memimpin langsung penanganan perkara kematian Alm Harianto Candra Sitohang.

“Kita berharap dengan dipimpin langsung oleh Kombes Tatan misteri kematian Alm Harianto Candra Sitohang dapat terungkap dan menemukan titik terang,” paparnya.

Hal senada disampaikan orangtua korban, Piator Sitohang, kepada kru media ini. Ia membenarkan kehadiran Kombes Tatan di kediamannya untuk membahas kematian anak kandungnya, Harianto Candra Sitohang.

“Saya rela mengorbankan pangkat dan jabatan saya, dan ini harus terungkap,” kata Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja seperti yang ditirukan Piator Sitohang, Senin (27/9/2021).

Diketahui sebelumnya, korban Harianto Candra Sitohang diduga tewas dibunuh. Jasadnya ditemukan telungkup ditengah sawah pada 6 Juni 2021 di Dusun III Desa Ramunia I Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Namun kasusnya hingga kini belum terungkap.

Meliana Sinaga istri korban yakin suaminya Harianto Candra Sitohang telah mati dibunuh dengan keji dan secara terencana.

Keyakinan Meliana itu bukan tanpa alasan, karena sebelum peristiwa itu terjadi, beberapa waktu sebelumnya ada perselisihan atau persoalan dengan pihak lain mengenai pembagian harta warisan dari orang tua mereka.

“Saya yakin suamiku dibunuh dan dihabisi dengan keji bahkan terencana. Kumohon kepada Kapolri, Kapolda Sumut dan Dirreskrimum Poldasu untuk benar-benar serius dan memberikan atensi atas kematian suamiku, siapa dalang dan apa motif kematian suamiku ini,” tandasnya.

Kurang lebih 4 bulan kasus ini ditangani Satreskrim Polresta Deli Serdang namun belum menemui titik terang alias belum terungkap.

Dikonfirmasi kepada Dirreskrimum Poldas Sumut ke nomor +62821-2525-xxxx via aplikasi WhatsApp belum memperoleh jawaban.

Sebelumnya, Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja berhasil mengungkap kasus perampokan toko emas bersenjata api dalam tempo singkat. Ia langsung memimpin tim mengejar para pelakunya.

(BTM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *