FWP Minta Kapoldasu Transparan Soal Isu 86 Narkoba Polrestabes Medan

MEDAN РKapolda Sumut (Kapoldasu) Irjen Panca Simanjuntak diminta untuk transparan, terkait isu miring terhadap sejumlah oknum dan Kepala Satuan Narkoba Polresta Medan dalam hal damai ditempat (86-red). Ini perlu dilakukan agar citra positif Polri tak rusak, terlebih pasca HUT Bhayangkara ke 75  ini.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Wartawan Polri (FWP), Zulkifli (6/7/2021).

“Ini masih suasana ulang tahun, hari bahagia dengan bertambahnya umur Polri, ” ujar Zulkifli.

Menurut Zulkifli, Kapolda Sumut, dalam hal ini, harus transparan membuka tabir ini ke masyarakat, agar Polri makin dicintai dengan keterbukaannya.

Seperti diketahui, berhembus isu damai ditempat (86-Red) senilai Rp 1,6 milyar oleh Polrestabes Medan menjadi catatan buruk dalam pemberantasan narkoba.

Zulkifli mengatakan, agar ulah oknum personil Polrestabes Medan tak merusak citra Polri, orang nomor satu di Polda Sumut harus memberikan penjelasan.

“Jangan sampai ada kesan, Polri menutupi kasus ini sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam pemberantasan narkoba hilang. Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga,” ujar Zulkifli.

Keterangan yang berhasil dikumpul wartawan, sejumlah anggota Sat Narkoba Polresta Medan dimutasi terkait isu ini. Namun hingga hari ini, belum ada penjelasan resmi apakah benar mutasi tersebut terkait dengan aksi damai ditempat  tersebut.

“Banyak hal yang saling terkait soal ini. Apakah benar mutasi tersebut menyangkut soal ini. Siapa siapa saja yang terlibat. Jangan sampai ada yang menjadi kambing hitam dalam kasus ini, yang salah jadi benar yang benar jadi salah,” papar Zulkifli lagi.

Informasi yang diperoleh, isu tersebut terkait dengan penangkapan terhadap YSF, salah satu bandar sabu-sabu. Namun beredar kabar, oleh sejumlah oknum di Sat Narkoba Polresta Medan hasil tangkapan itu didamaikan ditempat dengan nilai Rp 1,6 milyar.

Kepala Bidang Propam Polda Sumut, Kombes Pol Donal Simanjuntak yang dikonfirmasi perihal kasus itu, membenarkan bahwa pihaknya sedang mendalami kasus itu. “Benar sedang kita dalami,” katanya.(JN/**)